RI Akan Impor Barang AS Lebih Banyak untuk Hapus Surplus
📅 Selasa, 15 Apr 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Produk lain, termasuk baja dan peralatan medis AS, akan diberikan bea masuk yang lebih rendah sebesar nol hingga 5 persen, turun dari 5-10 persen,” kata Menkeu.
Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Arman Hakim Nasution, mengatakan, untuk menjawab tantangan yang ditimbulkan perang tarif saat ini, mengatakan, perlunya ada strategi nasional yang komprehensif dan terstruktur.
Salah satunya membentuk jaringan ekspor yang kuat, seperti Korea Selatan dan Jepang dalam membangun National Export Hub sebagai pusat koordinasi ekspor. Indonesia dapat membentuk jaringan ekspor yang kuat melalui sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi.
Selain itu, mendorong dicapainya Sustainable Development Goals tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan memperkuat produksi dalam negeri, mendorong diplomasi ekonomi, dan membangun jaringan ekspor yang solid, strategi ini bertujuan menjaga stabilitas industri nasional. “Ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian global,” kata Arman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Akademisi dari STIE YKPN Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan pada akhirnya delegasi Indonesia yang harus bertandang ke AS karena bargaining position mereka sebagai negara ekonomi terbesar dunia sangat kuat, terutama fundamental ekonominya.
“Pemerintah harus meniru AS yang memperkuat fundamental ekonominya, sehingga dalam percaturan ekonomi dan politik internasional, bisa mendikte negara-negara mitranya untuk mengikuti kemauan mereka,” kata Aditya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!