RI Akan Impor Barang AS Lebih Banyak untuk Hapus Surplus
📅 Selasa, 15 Apr 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
JAKARTA - Tim delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomoian Airlangga Hartarto akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) pada 16-23 April 2025 untuk menegosiasikan tarif impor yang dikenakan AS sebesar 32 persen untuk barang Indonesia yang masuk ke negara tersebut.
“Kami akan bertemu dengan United States Trade Representatives (USTR), Secretary of Commerce, Secretary of State, dan Secretary of Treasury,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/4).
Dalam lawatannya, delegasi Indonesia telah mempersiapkan sejumlah paket negosiasi yang akan dibawa dalam perundingan.
Pertama, Indonesia bakal mengajukan revitalisasi perjanjian kerja sama perdagangan dan investasi atau Trade & Investment Framework Agreement (TIFA). Kedua, Pemerintah akan memberikan proposal deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs) melalui relaksasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Termasuk, evaluasi terkait pelarangan dan pembatasan barang-barang ekspor maupun impor AS.
Tawaran ketiga yang akan disampaikan Indonesia yaitu meningkatkan impor dan investasi dari AS lewat pembelian migas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keempat, Pemerintah menyiapkan insentif fiskal dan non-fiskal melalui beberapa strategi seperti penurunan bea masuk, PPh impor, atau PPN impor untuk mendorong impor dari AS serta menjaga daya saing ekspor ke AS.
Seperti diketahui, pengenaan tarif 32 persen menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang paling terpukul oleh tindakan besar-besaran Presiden Donald Trump yang telah mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia.
Data dari kantor perwakilan perdagangan AS menunjukkan defisit perdagangan barang Washington dengan Jakarta mencapai 17,9 miliar dolar AS pada tahun 2024, naik 5,4 persen secara tahunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia akan membeli barang dari Amerika sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” kata Airlangga.
Pekan lalu, dia mengatakan kalau Indonesia akan membeli lebih banyak produk seperti gas alam cair dan gas minyak cair untuk menutup kesenjangan perdagangan dengan pusat kekuatan ekonomi, yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Oleh karena itu, dia berharap akan mengadakan pembicaraan dengan anggota kunci tim Trump, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat kesempatan pertama diundang ke Washington,” kata Airlangga.
Pajak Impor
Pekan lalu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Indonesia akan menyesuaikan pajak impor pada beberapa komoditas dari 2,5 persen menjadi 0,5 persen, termasuk telepon seluler dan laptop.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!