Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Fadli Zon Ingin Garap Film Kekaisaran Ottoman dan Aceh, Ini Kata Sejarawan

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 09:06 WIB | Oleh:
Menbud Fadli Zon Ingin Garap Film Kekaisaran Ottoman dan Aceh, Ini Kata Sejarawan Doc: ANTARA/HO-pribadi
Ket. Sejarawan Aceh Dr M Adli Abdullah.

BANDA ACEH - Sejarawan Aceh Dr M Adli Abdullah mendukung keinginan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk membuat Film Kekaisaran Ottoman dan Kerajaan Aceh.

"Rencana ini perlu mendapat dukungan oleh seluruh elemen bangsa, karena melalui media film ini dapat mempererat kembali hubungan budaya antara Turki dan Indonesia," kata M Adli Abdullah di Banda Aceh, Sabtu (12/4).

Ia menjelaskan lewat kegiatan tersebut dapat mendorong upaya bersama dalam pelestarian warisan budaya, kolaborasi seni, pertukaran akademik dan riset, pembangunan kapasitas dalam manajemen talenta budaya, sastra, dan budaya kontemporer seperti film, musik, dan budaya digital.

"Indonesia-Turki, memiliki sejarah persahabatan yang panjang, dimulai sejak abad ke- 6 dengan Kerajaan Aceh, meskipun hubungan diplomatik resmi dengan Indonesia baru pada 1950," katanya.

Menurut dia Kerajaan Aceh dan Kerajaan Turki Utsmani menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama yang erat selama berabad-abad. Di mana hubungan tersebut berlangsung dalam rangka melawan penjajah barat di Asia Tenggara.

Adli menuturkan periode hubungan resmi antara Aceh dan Turki, sudah dimulai sejak abad ke-13 dengan Samudra Pasai, kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Aceh, pasca-Portugis menakluki Melaka tahun 1511 dan Portugis membunuh Jamaah haji Aceh pada tahun 1528 Masehi.

Ia mengatakan Turki Usmani membantu Aceh melawan hegemoni Portugis di Asia Tenggara dan melakukan hubungan diplomatik resmi dengan Sultan Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ketiga yang berkuasa antara 1537 hingga 1568.

"Hasil kerja sama antara Kerajaan Aceh dan Kerajaan Turki Utsmani berhasil memperkuat pertahanan Aceh melawan penjajahan Portugis, Inggris dan Belanda. Turki Utsmani berhasil memperluas perdagangan rempah-rempah, khususnya lada Aceh," katanya.

Adapun bentuk kerja sama antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan Turki antara lain pengiriman pasukan, peralatan, ahli persenjataan dan mengajari Aceh cara membuat meriam.

Sementara bukti hubungan diplomatik antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan Turki bisa disaksikan melalui surat-surat diplomatik Kesultanan Aceh ke Turki Usmani yang tersimpan di Badan Arsip Turki, Istanbul dan Kompleks Makam Teungku di Bitay, Aceh.

"Nama nama Turki juga masih muncul di Aceh seperti Efendi, Ali Basyah, Bey dan lain -lain' kata Adli.

Sebelumnya, Menbud Fadli Zon menyampaikan keinginannya membuat film Kekaisaran Ottoman dan Kesultanan Aceh bersama Menbudpar Turki. Keinginan itu disampaikan saat bertemu Menbudpar Turki Turkiye Mehmet Nuri Ersoy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.