Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Efisiensi Anggaran, Rejang Lebong Lakukan Secara Mandiri Penanganan Virus Jembrana

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 22:54 WIB | Oleh:
Dampak Efisiensi Anggaran, Rejang Lebong Lakukan Secara Mandiri Penanganan Virus Jembrana Doc: ANTARA/HO-Distankan Rejang Lebong
Ket. Petugas Kesehatan Hewan Distankan Rejang Lebong belum lama ini tengah memberikan vaksin PMK kepada ternak sapi di wilayah itu.

REJANG LEBONG, BENGKULU - Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong Amrul Eby saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (13/4), mengatakan ternak sapi Bali yang mati akibat serangan virus Jembrana di wilayah itu saat ini mencapai 15 ekor.

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan penanganan terhadap serangan virus Jembrana terhadap sapi Bali di daerah itu dilakukan secara mandiri.

"Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian terkena dampak dari efisiensi anggaran, sehingga permintaan bantuan vaksin Jembrana yang kita usulkan besar kemungkinan tidak bisa direalisasikan. Untuk penanganan kasus Jembrana ini kita lakukan secara mandiri," kata dia.

Dia menjelaskan, penanganan penyebaran kasus Jembrana di wilayah tersebut dilakukan secara mandiri yakni peternak membeli obatnya sendiri.

Selain itu peternak dianjurkan menggunakan obat-obatan tradisional atau jamu-jamuan untuk memperkuat daya tahan ternak mereka, kemudian menjaga kebersihan kandang ternak.

Penanganan penyebaran virus Jembrana di Kabupaten Rejang Lebong, kata dia, saat ini menjadi tantangan Pemkab Rejang Lebong, kendati populasi ternak Sapi Bali baru berkisar 5.000 ekor namun harus diperhatikan sehingga nantinya tidak mengganggu kebutuhan daging sapi masyarakat setempat.

Sebelumnya, Kabid Peternakan Distankan Rejang Lebong drh Wenny Haryanti menyebutkan penyebaran penyakit Jembrana di Kabupaten Rejang Lebong terjadi di sentra peternakan Sapi Bali yang ada Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang.

Ternak Sapi Bali milik peternak di Desa Cawang Lama terhitung sejak Januari hingga awal April 2025 diketahui sudah ada 15 ekor yang mati akibat terserang Jembrana.

"Kasus Jembrana di Desa Cawang Lama ini terbaru terjadi pada minggu lalu, ada dua ekor ternak Sapi Bali yang mati mendadak dan terindikasi akibat virus Jembrana," kata Wenny Haryanti. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.