Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Padang Pariaman Meminta Kemensos Membangun Sekolah Rakyat di Wilayahnya

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 21:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Padang Pariaman Meminta Kemensos Membangun Sekolah Rakyat di Wilayahnya Doc: ANTARA
Ket. Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis (dua kanan) bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (tengah).

Pariaman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, meminta Kementerian Sosial (Kemensos) RI membangun Sekolah Rakyat di daerah itu guna memutus rantai kemiskinan melalui bidang pendidikan.

"Kami berharap Program Sekolah Rakyat dapat dijalankan di Padang Pariaman," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Jumat (11/4).

Ia mengatakan Pemkab Padang Pariaman telah menyediakan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan fasilitas guna menjalankan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.

Ia menyampaikan permohonan Pemkab Padang Pariaman kepada Kemensos untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut karena pihaknya ingin memastikan semua anak di daerah itu memperoleh pendidikan yang berkualitas mulai dari anak usia dini hingga pendidikan tinggi.

Apalagi, lanjutnya dalam upaya pemberantasan kemiskinan diperlukan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh pendidikan yang layak sehingga nantinya mereka mendapatkan pekerjaan yang bisa mengangkat perekonomian keluarga.

Menurutnya salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut yaitu melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat.

Oleh karena itu, lanjutnya pada Kamis, 10/4) kemarin dirinya mengunjungi Kantor Kemensos untuk bertemu dengan Menteri Sosial guna meminta secara langsung Program Sekolah Rakyat itu.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padang Pariaman Sumarni mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan upaya nyata negara mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

"Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini dirancang untuk mencetak agen perubahan dari keluarga miskin guna membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih sejahtera," tambahnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan di Tanah Air.

"Anak orang kurang mampu tidak boleh miskin. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kita harus berdayakan," kata Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.

Presiden mengungkapkan pada tahun ini akan dibangun 200 sekolah berasrama dengan target seribu siswa per sekolah.

"Kami sudah putuskan untuk membangun tahun ini. Kita harap segera mulai dengan 200 Sekolah Rakyat berasrama untuk SD, SMP, dan SMA. Ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Ditempel Dewa United Banten...
Ekonomi
Di Tengah Tekanan Biaya, Ap...

James Gunn Bantah Rumor Milly Alcock Dipecat dari Peran Supergirl

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
James Gunn Bantah Rumor Mil...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.