Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah Dipicu Sentimen Aturan Harga Saham Rp1

📅 Senin, 28 Sep 2026, 10:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah Dipicu Sentimen Aturan Harga Saham Rp1 Doc: Antara

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (28/9) dibuka melemah 32,14 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.209,75. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,17 poin atau 0,67 persen ke posisi 616,94.

IHSG hari ini bergerak melemah dipicu oleh sentimen jangka pendek yaitu implementasi harga saham terendah Rp1 dari sebelumnya Rp50.

“Dalam jangka pendek, IHSG rentan menguji area support di kisaran 6.186- 6.113, dengan support berikutnya di sekitar 6.029. Sebaliknya, untuk terjadi rebound, IHSG perlu kembali ke atas level 6.290 terlebih dahulu, kemudian menembus area 6.328- 6.368,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, BEI resmi mengimplementasikan harga saham terendah (minimum) dari semula Rp50 menjadi Rp1 per saham mulai Senin (28/09) ini.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan menghadirkan price discovery yang lebih baik atas saham-saham yang selama ini memang sudah lama berada di harga Rp50 dan tidak ada likuiditas.

Di sisi lain, pemerintah memperbarui aturan mengenai pengelolaan surplus dan defisit kas pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 67 Tahun 2026, yang berlaku efektif mulai 8 September 2026 dan menggantikan PMK Nomor 44 Tahun 2024.

Aturan baru tersebut memperjelas bahwa surplus kas dapat dikelola untuk menghasilkan pendapatan negara dan/atau manfaat lainnya, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan likuiditas pemerintah.

Adapun, dana dapat ditempatkan pada bank umum maupun instrumen SBN, termasuk pembelian langsung (outright) di pasar sekunder, Reverse Repo, SBN, Reverse Repo Syariah SBSN, dan Wakalah Bi Al-Istitsmar SBSN.

Dari mancanegara, Liza mengatakan pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, serta ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran mendesak AS untuk kembali pada kesepakatan damai sementara yang sebelumnya menghasilkan gencatan senjata pada pertengahan Juni 2026, namun kesepakatan tersebut kembali gagal beberapa pekan kemudian.

“Potensi kesepakatan bertahap tetap menjadi fokus pasar karena dapat mengurangi risiko terhadap jalur perdagangan energi global,” ujar Liza.

Di sisi lain, komentar bernada hawkish dari para pejabat bank sentral AS The Fed meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS masih dapat memperketat kebijakan guna meredam inflasi.

Perkembangan tersebut juga tercermin di pasar Jepang, yang mana kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menunjukkan meningkatnya ekspektasi akan kebijakan moneter yang lebih ketat secara global.

Bursa Eropa mayoritas menguat pada penutupan Jumat (25/09) pekan kemarin, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,48 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,14 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,56 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,04 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.