Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Papua Minta Penanganan TBC Gunakan Pendekatan Preventif

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 14:58 WIB | Oleh:
Gubernur Papua Minta Penanganan TBC Gunakan Pendekatan Preventif Doc: Antara Foto
Ket. Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong meminta kepada instansi teknis agar dalam penanganan pasien dengan kasus Tuberkulosis (TBC) dapat dilakukan melalui pendekatan preventif.

Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong meminta kepada instansi teknis agar dalam penanganan pasien dengan kasus Tuberkulosis (TBC) dapat dilakukan melalui pendekatan preventif, mulai dari menemukan orangnya kemudian mengobati sampai sembuh.

“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Papua di mana pada 2024 kasus TBC di Papua diperkirakan sebanyak 11. 645 kasus, akan tetapi baru ditemukan sebanyak 6.702 kasus atau 58 persen dari kasus yang diperkirakan tersebut,” katanya usai menghadiri peringatan Hari TBC Sedunia bertempat di lapangan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Jumat.

Menurut Ramses, sementara itu dari 6.702 kasus yang ditemukan, terdapat 6.444 kasus TBC yang Sensitif Obat (TBC SO) dan 258 kasus TBC yang Resisten/Kebal Obat (TBC RO).

“Sementara itu untuk mencapai eliminasi TBC pada 2030 kami harus mencapai angka insidensi turun 80 persen atau 100 ribu penduduk,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk itu dengan tema “Gerakan Papua Akhiri Tuberkulosis Dengan Aksi Nyata” sebagai upaya agar terus melakukan intervensi TBC dan telah terbukti efektif melalui skrining aktif dan kampanye deteksi dini. 

“Sehingga ke depan saya minta Dinas Kesehatan serta instansi terkait lainnya dan masyarakat dapat lebih cepat mengenali gejala TBC sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih optimal,” katanya lagi. 

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Papua, Arry Pongtiku, mengatakan pada 2025 ini pihaknya akan fokus menemukan sebanyak-banyaknya pasien TBC kemudian mengobati hingga sembuh.

“Kami berharap dalam waktu lima tahun TBC di Provinsi Papua bisa turun hingga mencapai 70 persen,” katanya.

Menurut Ary lagi, kasus TBC di Papua banyak berdampingan dengan kasus HIV. 

“Jadi sekitar 30 persen penderita TBC juga mengidap HIV, karena daya tahan tubuh yang lemah. Sehingga jika temukan banyak kasus, itu bukan hal negatif melainkan menunjukkan sistem kesehatan di Papua telah mampu mendeteksi dan menangani,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.