Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Jateng 1,43 Persen pada Maret 2025 Lebih Rendah daripada Inflasi Nasional

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 18:40 WIB | Oleh:
Inflasi Jateng 1,43 Persen pada Maret 2025 Lebih Rendah daripada Inflasi Nasional Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, dalam konferensi pers daring yang digelar Selasa (8/4).

SEMARANG – Inflasi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Maret 2025 tercatat sebesar 1,43 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,65 persen.

Data ini disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, dalam konferensi pers daring yang digelar Selasa (8/4).

Endang mengungkapkan bahwa inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Jawa Tengah berada di angka 0,75 persen. Sementara itu, inflasi dari awal tahun hingga Maret 2025 (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 0,18 persen.

“Inflasi Jawa Tengah bulan Maret secara month to month sebesar 1,43 persen, masih lebih rendah dari tingkat inflasi nasional yang sebesar 1,65 persen,” jelasnya.

Peningkatan harga beberapa komoditas menjadi faktor utama penyumbang inflasi. Di antaranya adalah cabai merah, bawang merah, serta meningkatnya permintaan emas perhiasan menjelang perayaan Idulfitri.

Selain itu, berakhirnya program diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga 450 VA hingga 2.200 VA juga berkontribusi terhadap kenaikan inflasi.

Namun, menurut Endang, sejumlah program pemerintah secara bersamaan mampu menahan laju inflasi.

Turunnya harga tiket pesawat, tiket kereta api, hingga pengurangan tarif tol ruas Cikampek–Kalikangkung selama masa mudik dan arus balik Lebaran menjadi penyumbang utama deflasi.

“Tarif transportasi, khususnya udara dan kereta api, menurun menjelang Lebaran dan berkontribusi pada deflasi di bulan Maret,” terangnya.

Adapun inflasi tahunan sebesar 0,75 persen disebabkan oleh kenaikan harga minyak goreng dan emas perhiasan. Angka ini juga masih lebih baik dibandingkan inflasi tahunan nasional yang mencapai 1,03 persen.

Sebagai tambahan, Endang menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah untuk menjaga kestabilan harga ke depan.

Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah dalam mengelola stok dan distribusi barang kebutuhan pokok sangat menentukan dalam menjaga inflasi tetap terkendali, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan libur nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.