Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jawa Tengah Targetkan Produksi Padi 11,8 Juta Ton di 2025, Gubernur Luthfi Optimistis Tercapai

📅 Senin, 07 Apr 2025, 16:57 WIB | Oleh:
Jawa Tengah Targetkan Produksi Padi 11,8 Juta Ton di 2025, Gubernur Luthfi Optimistis Tercapai Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat melakukan panen raya mmenggunakan mesin combine harvester, di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/4).

SUKOHARJO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan produksi padi sebesar 11,8 juta ton pada tahun 2025. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut dapat tercapai, mengingat capaian tanam dan panen pada awal tahun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

“Jawa Tengah mendapat target nasional sebesar 11,8 juta ton. Per April 2025, kita sudah menanam di 716 ribu hektare dan menghasilkan 4,09 juta ton gabah. Dengan perhitungan itu, saya yakin target bisa tercapai,” ujar Luthfi saat menghadiri panen raya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/4).

Kegiatan panen raya di Sukoharjo merupakan bagian dari Panen Raya Serentak di 14 provinsi yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dengan pusat kegiatan di Jawa Barat.

Di Sukoharjo, Gubernur Luthfi bersama Bupati setempat turun langsung memimpin panen menggunakan mesin combine harvester.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, pada tahun 2024 lalu, luas panen padi di provinsi ini mencapai 1.554.777 hektare dengan total produksi 8.891.297 ton gabah kering giling (GKG).

Angka tersebut menyumbang 16,73 persen produksi nasional dan menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan produksi padi terbesar kedua setelah Jawa Timur.

Khusus untuk Kabupaten Sukoharjo, pada 2024 tercatat luas tanam sebesar 42.441 hektare dengan produksi 319.661 ton GKG.

Tahun ini, luas panen di Sukoharjo diperkirakan meningkat hingga 60 ribu hektare. Selama Januari hingga April 2025, luas panen telah mencapai 17.056 hektare dengan estimasi produksi 109.571 ton GKG.

“Jawa Tengah memang diproyeksikan sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. Tapi ini tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah provinsi saja. Kita butuh kerja sama dari pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, Bulog, BPS, dan stakeholder lainnya,” ujar Luthfi.

Ia mengakui berbagai tantangan masih menghadang, seperti alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga ketidakstabilan harga dan daya beli hasil pertanian. Namun, Pemprov telah melakukan berbagai upaya mitigasi.

“Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah pusat sudah menetapkan harga beli gabah. Selain itu, Bulog terus aktif menyerap hasil panen petani selama 2025. Pengendalian hama juga kami tangani dengan teknologi terkini, termasuk untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian,” jelasnya.

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap capaian awal yang diraih Jawa Tengah. Menurutnya, keberhasilan provinsi ini bisa menjadi contoh dan penyemangat bagi daerah lain dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Ini luar biasa. Jika target benar-benar tercapai, maka kita bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada kondisi pangan global,” kata Presiden Prabowo menanggapi laporan Gubernur Luthfi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...

Ganda Putri Jepang Mundur, Rachel/Febi Melaju

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ganda Putri Jepang Mundur, ...
Olahraga
Persija Kalah, Shin Tae-yon...
Olahraga
Final Ideal Piala AFF, Viet...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.