Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Nganjuk Terbantu Program Keluarga Harapan

📅 Minggu, 30 Mar 2025, 14:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Nganjuk Terbantu Program Keluarga Harapan Doc: ANTARA
Ket. Sulastri (47) warga Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur memegang kartu Penerima PKH.

NGANJUK – Warga Nganjuk, Jawa Timur, terbantu dengan program dari Kemensos yakni Program Keluarga Harapan (PKH) sebab bisa membantu keluarga hingga menyekolahkan anak ke jenjang sarjana.

Salah seorang penerima bantuan PKH, Sulastri (47) warga Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, mengaku dirinya terdaftar sebagai penerima PKH sejak 2013 dengan tiga orang komponen atau tiga anak yang masih menempuh pendidikan.

"Saya KPM dari tahun 2013. Pertama menerima bantuan PKH itu di kantor pos sebesar Rp687.500, dengan tiga komponen, satu SMA, satu SD, dan satu balita," katanya di Nganjuk, Minggu (30/3).

Ia mengatakan bantuan yang diterima dari PKH itu sangat berarti bagi keluarganya. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk pendidikan anak-anaknya.

Dirinya menyebut, kehidupan ekonomi keluarganya memang belum stabil saat itu dengan tiga orang anak yang masuk duduk di bangku sekolah. Namun, dengan PKH yang diterima sangat membantu ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anaknya.

Dari PKH, kata dia, bisa mendapatkan modal usaha Rp500 ribu yang kemudian digunakannya untuk membuka usaha katering dan membuat kue-kue. Pesanan itu laris sehingga turut menopang ekonomi keluarga.

Selain itu, dari PKH pula anaknya mendapatkan keringanan biaya pendidikan. Hingga kini, dua anaknya telah lulus menjadi sarjana dan mengajar di salah satu madrasah di Nganjuk dan satu anaknya masih duduk di bangku SMP.

"Alhamdulillah sangat membantu untuk perekonomian. Bisa menyekolahkan anak sampai tinggi, lulus S1, sekarang tinggal satu komponen SMP di Kertosono," kata dia.

Ia mengatakan dirinya dan suami, Sigit Waskito (55) tidak sekolah tinggi sehingga mendorong seluruh anak-anaknya untuk bersekolah tinggi.

"Saya dukung anak biar besok di zaman digital tidak ketinggalan. Saya suruh sekolah yang tinggi, mumpung ada bantuan pendidikan," kata dia.

Ia pun juga terbantu dengan pendampingan yang diberikan oleh tim pendamping. Setiap bulan ada pertemuan yang isinya tentang beragam pengetahuan misalnya cara mengasuh anak, gizi anak, manajemen keuangan sehingga tidak gali lubang tutup lubang.

Dirinya juga sudah bersiap jika nantinya diputuskan untuk tidak lagi mendapatkan PKH. Dari modal yang didapatkan dahulu terus diputar sehingga ada saja yang pesan pada dirinya.

"Saya tetap berusaha, merintis dari awal buka katering. Alhamdulillah berjalan lancar. Dulu ada bantuan untuk pengurus Rp500 ribu saya sisihkan untuk modal. Sampai sekarang berputar, alhamdulillah lancar bisa membantu betul," ujar dia.

Sementara itu, anak dari Sulastri, yakni Riski Nurahmatul (26) mengaku beruntung dengan PKH yang diterima ibunya. Ia dengan adiknya tetap bisa sekolah tinggi hingga sarjana bahkan bisa mendapatkan potongan uang kuliah hingga 50 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.