Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Penyelamatan Berlanjut di Myanmar

📅 Minggu, 30 Mar 2025, 20:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Upaya Penyelamatan Berlanjut di Myanmar Doc: NHK

NAYPYIDAW - Militer Myanmar mengatakan gempa kuat yang melanda wilayah tengah negara itu pada Jumat (28/3) hingga kini telah menewaskan 1.644 orang dan melukai 3.408 orang.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS) mengatakan gempa berkekuatan 7,7 terjadi di dekat Mandalay pada Jumat sore. Guncangan lain berkekuatan 6,7 terjadi sekitar 10 menit kemudian. Ibu kota Naypyitaw termasuk daerah yang terdampak parah oleh gempa.

Media setempat melaporkan setidaknya 1.500 rumah dan 60 sekolah hancur.

NHK berbincang dengan seorang warga setempat yang merekam video area di luar rumah sakit di Mandalay. Ia mengatakan banyak korban luka menerima perawatan di luar karena fasilitas tersebut tidak mampu menampung begitu banyak orang.

Cuplikan video lain menunjukkan para relawan mendistribusikan makanan dan air kepada pasien di rumah sakit pada Sabtu (29/3) sebelum tengah hari.

Kantor berita AFIP melaporkan seorang wanita diselamatkan 30 jam setelah gempa. Ia dibawa dengan tandu dan suaminya memeluknya.

NHK telah memperoleh citra satelit Mandalay sebelum dan sesudah gempa. “Citra tersebut menunjukkan dengan jelas rumah dan bangunan di area tersebut, yang kemudian hancur. Banyak orang diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang runtuh,” lapor kantor berita NHK, Minggu (30/3).

Trevor Clark, seorang pejabat UNICEF dari Kantor Regional Asia Timur dan Pasifik, berbicara tentang situasi di Mandalay. Ia mengatakan, "Terjadi kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Listrik padam. Jalur komunikasi juga terputus. Sangat sulit bagi kami untuk berkomunikasi dengan tim kami di lapangan."

Militer mengatakan kerusakan sangat luas sehingga menyulitkan upaya penyelamatan. Di Myanmar, militer telah berkuasa sejak kudeta tahun 2021. Daerah yang dilanda gempa bumi termasuk wilayah yang sering terjadi pertempuran antara militer dan pasukan prodemokrasi sehingga mempersulit upaya untuk menaksir kerusakan.

Bandara internasional Naypyidaw diperkirakan mengalami kerusakan parah akibat gempa. Rekaman video yang diambil pada Sabtu menunjukkan menara kontrol bandara runtuh hingga dasarnya, dan puing-puing berserakan di sekitar area tersebut.

Kantor berita Reuters pada Sabtu mengutip sumber yang mengetahui hal itu, yang mengatakan bandara tersebut ditutup sementara karena menara kontrol tidak dapat dioperasikan.

Kementerian Darurat Russia mengatakan telah mengirimkan personel penyelamat, beserta anjing SAR, ke Myanmar. Tiongkok juga telah mengirimkan tim penyelamat. Pemerintah India juga mengumumkan pada Sabtu bahwa sebuah pesawat angkut militer yang membawa satuan tugas medis, bersama dengan peralatan medis dan pasokan bantuan, telah berangkat ke Myanmar.

Di negara tetangga Thailand, gempa tersebut merobohkan sebuah gedung tinggi yang sedang dibangun di Ibu Kota Bangkok. Pihak berwenang setempat mengatakan sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 70 lainnya hilang.

Personel militer dan penyelamat telah melakukan operasi pencarian semalaman, sambil membersihkan puing-puing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.