Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Terus Cari Korban Gempa, Junta Myanmar Minta Bantuan Internasional

📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 10:17 WIB | Oleh:

Bahkan penghuni rumah sakit dievakuasi, seorang wanita melahirkan bayinya di luar ruangan setelah dipindahkan dari gedung rumah sakit. Seorang dokter bedah juga terus mengoperasi pasien setelah dievakuasi, menyelesaikan operasi di luar ruangan, kata seorang juru bicara kepada AFP.

Junta Memohon Bantuan  

Namun kerusakan terburuk terjadi di Myanmar, negara yang dilanda perang saudara selama empat tahun yang dipicu oleh kudeta militer telah merusak sistem perawatan kesehatan dan tanggap darurat.

Pemimpin junta Min Aung Hlaing mengeluarkan seruan yang sangat jarang untuk bantuan internasional, yang menunjukkan betapa parahnya bencana tersebut. Rezim militer sebelumnya menolak bantuan asing bahkan setelah bencana alam besar.

Negara tersebut mengumumkan keadaan darurat di enam wilayah yang paling parah terkena dampak pascagempa, dan di satu rumah sakit besar di ibu kota, Naypyidaw, petugas medis terpaksa merawat yang terluka di udara terbuka.

Seorang pejabat menggambarkannya sebagai "daerah yang banyak korbannya".

"Saya belum pernah melihat (sesuatu) seperti ini sebelumnya. Kami sedang berusaha menangani situasi ini. Saya sangat kelelahan sekarang," kata seorang dokter kepada AFP.

Mandalay, kota berpenduduk lebih dari 1,7 juta orang, tampaknya terkena dampak parah. Foto-foto AFP menunjukkan puluhan bangunan hancur menjadi puing-puing. 

Seorang warga yang dihubungi melalui telepon mengatakan kepada AFP, sebuah rumah sakit dan sebuah hotel telah hancur, dan kota itu sangat kekurangan personel penyelamat.

Antrean besar bus dan truk berbaris di pos pemeriksaan untuk memasuki ibu kota pada Sabtu pagi.

Tawaran bantuan asing mulai berdatangan, dengan Presiden Donald Trump pada hari Jumat menjanjikan bantuan AS. 

"Mengerikan," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval tentang gempa tersebut ketika ditanya apakah ia akan menanggapi seruan dari penguasa militer Myanmar.

"Ini benar-benar situasi yang buruk, dan kami akan membantu. Kami sudah berbicara dengan negara tersebut."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.