Trump Umumkan Tarif Tinggi Impor Mobil, Industri Otomotif Global Terguncang
📅 Jumat, 28 Mar 2025, 07:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP
WASHINGTON - Negara-negara adikuasa dunia pada hari Kamis (27/3) mengecam kebijakan tarif tinggi Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kendaraan dan suku cadang impor, dan menyerukan pembalasan karena meningkatkan ketegangan perdagangan dan memicu kenaikan harga.
Trump mengumumkan tarif tinggi sebesar 25 persen terhadap mobil impor yang mulai berlaku pada 3 April pukul 12.01 dini hari (0401 GMT). Kebijakan ini berdampak pada mobil, truk ringan, dan suku cadang kendaraan buatan luar negeri.
Eksportir mobil utama Jerman meminta tanggapan tegas dari Uni Eropa, sementara Jepang mengatakan "akan mempertimbangkan semua opsi."
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada hari Kamis bahwa "hubungan lama" yang meliputi hubungan ekonomi, keamanan, dan militer yang mendalam dengan Washington "telah berakhir". Ia berharap dapat berbicara dengan Trump dalam satu atau dua hari ke depan.
Para ahli memperingatkan mengenai biaya kendaraan yang lebih tinggi, dan produsen mobil Italia Ferrari mengatakan akan menaikkan harga banyak model yang dijual ke Amerika Serikat hingga 10 persen mulai minggu depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasar saham global merosot dengan saham-saham produsen mobil seperti Toyota, Hyundai, Mercedes, dan lainnya jatuh. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah karena saham-saham General Motors dan Ford jatuh.
Menteri Keuangan Prancis Eric Lombard mengatakan satu-satunya solusi bagi Uni Eropa adalah "menaikkan tarif pada produk Amerika sebagai tanggapan."
Carney, yang sebelumnya menyebut tarif tersebut sebagai "serangan langsung" terhadap pekerja di negaranya, mengatakan dia mengadakan pertemuan untuk membahas opsi perdagangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump meningkatkan ancamannya semalam, dengan mengatakan di media sosial bahwa Kanada dan Uni Eropa dapat menghadapi biaya tambahan yang "jauh lebih besar" jika mereka bekerja sama "untuk menimbulkan kerugian ekonomi bagi AS."
Lonjakan Harga
Analis JPMorgan memperkirakan tarif pada kendaraan dan suku cadangnya dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kenaikan sekitar 4.000 hingga 5.300 dollar AS dalam harga mobil rata-rata.
Dikatakan sekitar 82 persen penjualan Ford di AS diproduksi di dalam negeri, dengan angka yang sesuai untuk Stellantis sebesar 71 persen dan General Motors sebesar 53 persen.
Dewan Kebijakan Otomotif Amerika yang mewakili tiga produsen mobil besar memperingatkan tarif harus diterapkan sedemikian rupa sehingga "menghindari kenaikan harga bagi konsumen" dan menjaga daya saing industri.
Presiden Asosiasi Produsen Kendaraan Kanada Brian Kingston mengatakan tindakan tersebut akan menimbulkan biaya yang lebih tinggi bagi produsen dan konsumen, di samping "industri yang kurang kompetitif."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!