Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mari Dibuktikan Bersama, Bapanas Jamin Beras SPHP Bulog Tak Kurang Timbangan

📅 Senin, 24 Mar 2025, 23:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mari Dibuktikan Bersama, Bapanas Jamin Beras SPHP Bulog Tak Kurang Timbangan Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi ditemui di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Senin (24/3/2025).

JAKARTA – Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) adalah program pemerintah Indonesia melalui Perum BULOG yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar. Program ini sebelumnya dikenal sebagai Operasi Pasar dan dirancang untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau, terutama saat harga di pasaran melonjak.

Beras SPHP biasanya mulai digelontorkan oleh pemerintah saat harga beras naik drastis atau ketika pasokan beras nasional terganggu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diedarkan oleh Perum Bulog telah sesuai takaran dan kualitas yang ditetapkan untuk masyarakat.

"Kalau yang keluar dari Bulog pasti sesuai (takaran) sama timbangan," kata Arief ditemui di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Senin (24/3).

Dia menyampaikan bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang dikeluarkan Perum Bulog sesuai dengan takaran sebesar 5 kg untuk dijual ke masyarakat. Kemudian ada beras dengan ukuran 10 kg untuk bantuan sosial (bansos).

"Jadi SPHP itu 5 kilogram, kalau (beras) bantuan pangan takaran 10 kilogram," ujar Arief.

Arief turut menanggapi mengenai tindak lanjut soal dugaan praktik curang pengurangan takaran beras SPHP, dimana saat ini telah ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Dia mengatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tekah memberikan arahan agar produsen-produsen beras yang nakal dengan mengurangi takaran agar dipenjarakan sebagai bentuk efek jera.

"Tadi Pak Menko (Zulkifli Hasan) sampaikan, (produsen curang) dipenjarakan aja, kalau yang ngurang-ngurangin timbangan beras," tegas Arief.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq menyebut bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagaimana yang beredar mengalami pengurangan takaran atau volume merupakan "palsu" dan bukan beras Bulog.

"Bukan, itu bukan punya Bulog. Itu palsu, dan itu beritanya nggak benar itu. Gambarnya (video) begitu, jadi itu bukan (punya Bulog)," kata Marga.

Marga menyampaikan hal itu ketika awak media mengkonfirmasi mengenai maraknya beredar video di media sosial yang menunjukkan adanya beras SPHP kurang dari takaran 5 kilogram (kg).

Dia menyebut bahwa isu itu tidak benar karena beras SPHP yang asli dari Bulog sesuai dengan takaran. Artinya, ketika kemasan menunjukkan 5 kg, maka isinya pun dipastikan 5 kg.

Oleh karena itu, Wadirut Bulog mengklaim bahwa beras SPHP kemasan yang ada dalam video dan tersebar (viral) di media sosial itu menurutnya beras SPHP palsu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.