Maluku Pastikan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok Jelang Lebaran
📅 Senin, 24 Mar 2025, 16:24 WIB | Oleh: Arif
Doc: Antara/Dedy Azis
Ambon, 24/3 - Pemerintah Provinsi Maluku memastikan kelancaran distribusi bahan pokok kepada 11 kabupaten dan kota untuk mendongkrak perekonomian serta menekan inflasi di daerah itu menjelang Lebaran Idul Fitri 2025.
“Pagi tadi bersama Gubernur Maluku kami telah melaporkan situasi saat ini melalui daring bersama Menteri Dalam Negeri RI,” kata Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Senin.
Pihaknya dalam laporan itu menyampaikan bahwa telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam proses distribusi yang dilakukan.
“Sesuai arahan gubernur kami maksimalkan Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Panca Karya dengan unit transportasi untuk membantu distribusi bahan pokok ini, nantinya khusus untuk bidang transportasi akan berdiri sendiri, dalam pertimbangan agar lebih fokus,” kata dia.
Selain itu di tengah gencar arus mudik saat ini, proses distribusi bahan pokok juga terus dilakukan pasalnya pendistribusian bahan pokok kepada 11 kabupaten/kota juga dibantu oleh kapal-kapal milik PT. Pelni maupun perusahaan swasta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi Pelni kini mengoperasikan sebanyak 16 kapal yang juga memuat bahan pokok untuk didistribusikan ke rute tujuan.
“Jadi proses bongkar muat di pelabuhan terus dilakukan di tengah arus mudik saat ini,” tuturnya.
Disamping itu, pihaknya juga melakukan pengawasan baik ditingkat distributor hingga pedagang di pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya hal ini menunjukkan pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga.
"Pengawasan ini ada dari pemerintah daerah melalui TPID (tim pengendalian inflasi daerah), Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan dan instansi lainnya dan pengawasan dilakukan setiap hari," katanya.
Saat ini, dilaporkan komoditas bawang putih yang ada untuk Maluku mencapai 430 ton.
“Sedangkan untuk beras kebutuhan mencapai 21 ribu ton namun ketersediaan sekarang ada 47 ribu ton,” tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, ketersediaan komoditas telur mencapai 4.000 ton dari kebutuhan sekitar 1.000 ton.
“Begitu juga dengan daging, gula pasir hingga minyak goreng juga ketersediaan cukup, dan tetap akan dikoordinasikan dengan baik,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!