Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Berpotensi Pulih, Indef Sarankan Peningkatan Devisa Ekspor

📅 Senin, 24 Mar 2025, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Berpotensi Pulih, Indef Sarankan Peningkatan Devisa Ekspor Doc: ANTARA/Uyu Septiyati Liman
Ket. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti.

JAKARTA – Indonesia perlu meningkatkan devisa hasil ekspor yang bisa diimplementasikan untuk beberapa sektor. Langkah itu dimaksudkan agar agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tumbuh tinggi (rebound).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti saat dihubungi di Jakarta, Senin (24/3), menyatakan pemerintah bisa meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan barang ke luar negeri itu untuk sektor perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, mineral, batubara dan minyak bumi.

Selanjutnya, pemerintah dapat meningkatkan keuntungan hasil transaksi jasa di sektor pariwisata, serta pungutan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dengan gaji tinggi (white collar).

Menurut dia, hal ini dilakukan supaya suplai mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat (AS) banyak dimiliki oleh Indonesia. Sehingga investor kembali menyimpan dananya di pasar modal.

Namun, Esther berpendapat kembali pulihnya IHSG memerlukan waktu jangka panjang.

"Jangka panjang akan pulih, syaratnya perbanyak suplai dolar AS. Caranya dengan meningkatkan devisa lewat ekspor, pariwisata dan tenaga kerja Indonesia di luar atau white collar," kata dia.

Lebih lanjut, dia menuturkan penyebab IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka melemah 22,03 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.236,15, serta kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,79 poin atau 0,84 persen ke posisi 686,23, merupakan sinyal penurunan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat.

Sebelumnya, Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyampaikan potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk rebound masih ada, apabila investor mendapatkan sinyal positif dari kebijakan ekonomi dan stabilitas politik Indonesia.

Pada perdagangan sesi I, Senin, IHSG mengalami tekanan dengan koreksi 143,96 poin atau 2,30 persen ke posisi 6.114,22.

Investor akan sangat memperhatikan langkah-langkah pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan yang ada, agar kepercayaan pasar dapat kembali pulih," ujar Hendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan penurunan IHSG mencerminkan adanya ketidakpastian yang terjadi di pasar modal Indonesia, yang dipengaruhi oleh beragam faktor dari tingkat domestik maupun global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.