Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Bintan Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 18:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Bintan Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Doc: ANTARA
Ket. Bupati Bintan Roby Kurniawan meninjau banjir di Kampung Pisang, Kecamatan Bintan Timur, Kepri, Kamis (20/3/2025).

TANJUNGPINANG– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan menyusul terjadinya bencana banjir di sejumlah kecamatan akibat hujan deras dua hari terakhir.

"Kebijakan ini diambil setelah BPBD melaporkan sejumlah kecamatan dilanda banjir, ditambah prediksi BMKG dalam beberapa hari ke depan masih terjadi hujan," kata Bupati Bintan Roby Kurniawan saat meninjau banjir di Kampung Pisang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (20/3).

Dengan adanya status tanggap darurat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri maupun pemerintah pusat terkait penanganan pasca-banjir.

Selain itu Pemkab Bintan juga akan menganggarkan kebutuhan pendukung, seperti pengadaan dapur umum hingga sarana dan prasarana lainnya, guna membantu para korban terdampak bencana.

"Untuk sementara ini kami bersama Polres dan BPBD Bintan telah menyalurkan bantuan logistik sembako bagi korban banjir," ucap Roby.

Berdasarkan data BPBD Bintan, terdapat 71 rumah dan 220 jiwa terdampak banjir, khususnya di wilayah Kampung Pisang. BPBD sampai saat ini masih mendata warga terkena banjir di kecamatan-kecamatan lainnya.

Banjir di Kampung Pisang terpantau mencapai ketinggian betis orang dewasa hingga merendam rumah warga. Kondisi ini akibat curah hujan deras yang mengguyur Pulau Bintan sejak Rabu (19/3) pagi hingga Kamis (20/3) sore.

Salah seorang warga Kampung Pisang Sandra mengaku rumahnya ikut terdampak banjir hingga menyebabkan sejumlah peralatan rumah tangga terendam air.

Menurutnya, Kampung Pisang menjadi langganan banjir setiap tahunnya, apalagi pada musim hujan deras. Kondisi ini tak lepas dari posisi Kampung Pisang berada di dataran rendah dan diapit perbukitan sehingga rentan terjadi banjir.

"Tahun ini sudah dua kali banjir, bahkan pada tahun baru 2025 ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa," ucap Sandra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.