Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendukbangga Sebut Program Genting Mampu Selamatkan 1 Generasi

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendukbangga Sebut Program Genting Mampu Selamatkan 1 Generasi Doc: Antara
Ket. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji

Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji optimistis program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) mampu menyelamatkan satu generasi.

“Semangatnya cuma satu, saya menyakini kalau menyelamatkan satu manusia sama dengan menyelamatkan satu generasi dengan gerakan Genting," kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/3).

Ia mengatakan hal itu dalam diskusi bersama para pemimpin redaksi media massa di Kantor Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Selasa (18/3).

Ia juga mengemukakan bahwa generasi Z (gen Z) dan milenial yang produktif dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam rangka mengoptimalkan bonus demografi yang saat ini sedang dialami Indonesia.

"Ada 70,72 persen penduduk Indonesia dalam usia produktif umurnya 14-65 tahun (menurut data SP2020) yang disebut bonus demografi. Dari 70,72 persen tadi, 68,62 persen berusia 15-64 tahun. Dari situ yang milenial 25,87 persen, kemudian yang Gen Z 27,94 persen," ujar dia.

Menurutnya, faktor penentu keberhasilan bonus demografi di antaranya membangun sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja utamanya peningkatan partisipasi perempuan dalam pasar kerja.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja untuk menampung jumlah penduduk usia produktif, membangun semangat wirausaha di kalangan pemuda yang dapat menciptakan lapangan kerja, dan konsisten dalam menurunkan angka kelahiran serta pengendalian pertumbuhan populasi.

"Kita pastikan bahwa yang usianya produktif harus berkualitas. Itu tugas kita di Kemendukbangga/BKKBN, ada tiga yakni menciptakan masyarakat yang mandiri, tenteram dan bahagia. Itu indikator dari masyarakat atau penduduk yang berkualitas," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam pasar kerja dengan membuat program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) serta menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja, mengendalikan tingkat kelahiran yang dengan keluarga berencana (KB) melalui pemakaian alat kontrasepsi.

Untuk mengoptimalkan bonus demografi, langkah konkret Kemendukbangga/BKKBN, yakni melalui lima program percepatan atau quick wins,  yakni Genting, Tamasya dengan penyediaan tempat penitipan anak unggulan, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), aplikasi super berbasis akal imitasi (AI) yang melayani konsultasi keluarga, dan Lansia Berdaya (Sidaya) yang menyediakan layanan berbasis komunitas untuk para lansia yang tidak mendapatkan perawatan oleh anaknya.

Dalam pertemuan tersebut, Wihaji juga menekankan pentingnya peran media massa dalam penyebarluasan informasi kependudukan dan pembangunan keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Daerah
Penurunan jumlah penduduk m...
Luar Negeri
Korban Gempa Kolombia Terus...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.