Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekstil Impor dari Tiongkok Turun, Sinyal Baik bagi Industri Lokal?

📅 Senin, 17 Mar 2025, 17:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekstil Impor dari Tiongkok Turun, Sinyal Baik bagi Industri Lokal? Doc: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ket. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3/2025).

JAKARTA - Impor, dalam beberapa kasus, dapat menimbulkan tantangan bagi industri domestik. Produk impor yang lebih murah atau berkualitas lebih tinggi bisa membuat produk lokal sulit bersaing, menyebabkan industri dalam negeri melemah.

Jika industri dalam negeri kalah bersaing, banyak perusahaan lokal yang terpaksa mengurangi produksi atau bahkan tutup, yang dapat meningkatkan pengangguran.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut impor tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Tiongkok mengalami penurunan sebesar 141,1 juta dolar AS secara bulanan.

"Secara month to month, penurunan terbesar berasal dari Tiongkok sebesar 141,1 juta dolar AS atau 36,60 persen dibanding Januari 2025," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin (17/3).

Amalia mengatakan impor TPT mencapai 606,8 juta dolar AS atau turun 20,74 persen pada Februari 2025.

Sementara itu, ekspor TPT terbesar pada Februari 2025 ke negara Amerika Serikat dengan nilai 17,4 juta dolar AS atau naik 4,13 persen dibandikan dengan Januari 2025. Total ekspor TPT pada Februari 2025 mencapai 1,02 miliar dolar AS.

BPS juga mencatat Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar 1,57 miliar dolar AS, di mana mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar 291,1 juta dolar AS, pakaian dan aksesorisnya (rajutan) sebesar 215,0 juta dolar AS dan alas kaki sebesar 207,7 juta dolar AS.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, adanya lonjakan investasi di sektor tekstil, pakaian jadi dan alas kaki domestik, dengan pertumbuhan industri tersebut masing-masing yakni 0,09 persen, 5,78 persen, dan 6,83 persen pada tahun lalu.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya di Jakarta, Senin menyampaikan lonjakan realisasi investasi sektor tersebut dapat dilihat dari data investasi pada tahun 2023 yang hanya sebesar Rp29,92 triliun, sedangkan pada tahun 2024 melambung 31,1 persen menjadi Rp39,21 triliun.

Peningkatan investasi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek positif industri tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Luar Negeri
Negosiasi AS-Iran Buntu, Tr...
Luar Negeri
Sinyal AS-Venezuela Makin M...
Luar Negeri
AS Terbitkan Visa, Iran Dip...
Luar Negeri
Bumi Makin Haus, Pasokan Ai...
Olahraga
Persija Menang Lagi, Shin T...

AC Generasi Baru Hemat Energi hingga 41 Persen

43 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
AC Generasi Baru Hemat Ener...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.