Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Apa dengan Perdagangan RI, Surplus Neraca Turun Jadi 3,12 Miliar Dolar AS

📅 Senin, 17 Mar 2025, 14:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Apa dengan Perdagangan RI, Surplus Neraca Turun Jadi 3,12 Miliar Dolar AS Doc: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ket. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3/2025).

JAKARTA - Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Perubahan neraca perdagangan bisa menjadi indikator kesehatan ekonomi suatu negara.

Surplus bisa meningkatkan cadangan devisa dan memperkuat ekonomi. Defisit yang terus-menerus bisa meningkatkan ketergantungan pada utang luar negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia surplus 3,12 miliar dolar AS atau turun sebesar 0,38 miliar dolar AS secara bulanan.

"Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3).

Amalia menjelaskan surplus pada Februari 2025 lebih ditopang pada surplus pada komoditas non migas yang sebesar 4,84 miliar dolar AS, yang terdiri dari lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas mencatat defisit 1,72 miliar dolar AS yang berasal dari hasil minyak maupun minyak mentah.

Selanjutnya, tiga negara penyumbang surplus adalah Amerika Serikat sebesar 1,57 miliar dolar AS, India 1,27 miliar dolar AS, dan Filipina 0,75 miliar dolar AS.

Sementara itu, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara, tiga terbesarnya adalah Tiongkok sebesar 1,76 miliar dolar AS, Australia 0,43 miliar dolar AS, dan Brazil 0,17 miliar dolar AS.

Lebih lanjut, komoditas penyumbang defisit terbesar pada Februari 2025 adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, lalu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, dan juga kendaraan dan bagiannya dengan Tiongkok.

Australia, defisit disumbang oleh komoditas bahan bakar mineral, terutama batu bara, kedua biji logam kelap dan abu, dan ketiga cerealia. Brazil, disumbang oleh ampas dan sisa industri makanan, terutama untuk pakan perlahan, kemudian kapas dan juga gula.

BPS juga mencatat secara kumulatif neraca perdagangan selama Januari-Februari 2025, surplus sebesar 6,61 miliar dolar AS

"Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, neraca perdagangan Indonesia mengalami kenaikan sebesar 3,78 miliar dolar AS, di mana surplus pada periode ini ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yang memberikan kontribusi sebesar 9,76 miliar dolar AS," kata Amalia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.