Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Bekukan Pendanaan untuk Sejumlah Media AS termasuk VOA

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 08:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Bekukan Pendanaan untuk Sejumlah Media AS termasuk VOA Doc: Guardian/Reuters
Ket. Donald Trump menandatangani perintah eksekutif dan pengampunan untuk para terdakwa kasus 6 Januaridi Ruang Oval Gedung Putih.

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump pada hari Sabtu (15/3) secara tiba-tiba membekukan media outlet yang telah berdiri puluhan tahun yang telah lama dianggap penting untuk melawan serangan informasi Rusia dan Tiongkok, termasuk Voice of America (VOA). 

Ratusan staf di VOA, Radio Free Asia, Radio Free Europe dan kantor berita lainnya menerima email akhir pekan yang mengatakan bahwa mereka dilarang memasuki kantor dan harus menyerahkan kartu pers dan perlengkapan yang dikeluarkan kantor.

Trump, yang telah mengecam lembaga bantuan global AS dan Departemen Pendidikan, pada hari Jumat mengeluarkan perintah eksekutif yang mencantumkan Badan Media Global AS sebagai salah satu "elemen birokrasi federal yang telah ditetapkan presiden sebagai tidak diperlukan."

Kari Lake, pendukung fanatik Trump yang ditugaskan memimpin kantor berita tersebut setelah kalah dalam pemilihan Senat AS, mengatakan dalam email tersebut bahwa dana hibah federal "tidak lagi melaksanakan prioritas kantor berita tersebut."

Gedung Putih mengatakan pemangkasan tersebut memastikan "para pembayar pajak tidak lagi terjerat propaganda radikal”, menandai perubahan nada dramatis terhadap jaringan yang didirikan untuk memperluas pengaruh AS di luar negeri.

Pejabat pers Gedung Putih Harrison Fields menuliskan "selamat tinggal" pada X dalam 20 bahasa, sebuah sindiran terhadap liputan multibahasa media tersebut.

Direktur VOA Michael Abramowitz mengatakan dia termasuk di antara 1.300 staf yang diberi cuti pada hari Sabtu.

"VOA memerlukan reformasi yang matang, dan kami telah membuat kemajuan dalam hal itu. Namun, tindakan hari ini akan membuat Voice of America tidak dapat menjalankan misi pentingnya," katanya di Facebook, seraya mencatat bahwa liputannya -- dalam 48 bahasa -- menjangkau 360 juta orang setiap minggu.

Pimpinan Radio Free Europe/Radio Liberty, yang mulai mengudara ke blok Soviet selama Perang Dingin, menyebut pembatalan pendanaan sebagai "hadiah besar bagi musuh-musuh Amerika."

"Para ayatollah Iran, pemimpin komunis Tiongkok, dan para otokrat di Moskow dan Minsk akan merayakan kematian RFE/RL setelah 75 tahun," kata presidennya, Stephen Capus, dalam sebuah pernyataan.

Pemberitaan tanpa Sensor

Media yang didanai AS telah mengubah orientasi mereka sejak berakhirnya Perang Dingin, dengan meninggalkan sebagian besar program yang ditujukan kepada negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang baru demokratis dan berfokus pada Russia dan Tiongkok.

Media yang didanai pemerintah Tiongkok telah memperluas jangkauan mereka secara tajam selama dekade terakhir, termasuk menawarkan layanan gratis kepada outlet di negara berkembang yang seharusnya membayar kantor berita Barat.

Radio Free Asia, yang didirikan pada tahun 1996, melihat misinya adalah menyediakan laporan tanpa sensor ke negara-negara tanpa media bebas termasuk Tiongkok, Myanmar, Korea Utara, dan Vietnam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.