Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelusuran Tujuh Gua Dalam Perut Bumi di Desa Hariang Lebak Banten

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 02:50 WIB | Oleh:
Penelusuran Tujuh Gua Dalam Perut Bumi di Desa Hariang Lebak Banten Doc: ANTARA/HO-PMPA Palawa Unpad.
Ket. Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan penelusuran tujuh gua di Desa Hariang, Lebak, Banten dari 7 Februari sampai 14 Februari 2025.

BANDUNG - "Woiiiii....pelan-pelan dong merayapnya, lihat belakang dong," teriak Bunga sembari memperbaiki head lamp-nya yang terus menyala.

"Iya...kayaknya masih jauh nih, sabar ya," balas Zahra.

Suasana Lorong itu memang gelap gulita andai si lampu tempel di helm dimatikan. Ini bukan uji nyali hantu urban, tapi petualangan. Petualangan yang memerlukan strategi tersendiri yakni caving atau penelusuran gua.

Demikian sekilas suasana Pengembaraan Anggota Muda Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) di perut bumi Desa Hariang, Lebak, Banten dari pada 7-14 Februari 2025 yang diceritakan kepada Antara, Biro Jawa Barat.

Tujuh gua harus mereka masuki, yakni Gua Sanghiang, Gua Picung, Gua Cikarang, dan empat gua lain yang tidak bernama.

Kisah merayap dalam kegelapan itu dialami di Gua Picung. Awalnya tujuh tim pengembaraan itu masih jalan santai dari mulut gua. Meski bau guano atau kotoran kelelawar menyengat tercium menggoyang bulu hidung.

1741884275_5832660f8274e8fd7c16.jpg

Turunan ekstrem sangat terasa. "Tap...tap..." bunyi tombol headlamp pun ditekan. Terlihat kelelawar langsung menyambut. Mereka dengan santai beristirahat bergantungan di atap mulut gua.

"Gila megap juga nih baunya," celoteh Atta, salah seorang anggota tim pengembaraan.

Di depan, lorong panjang mau tidak mau harus dijalani. Sembari tetap waspada jangan sampai kaki terantuk batu atau kepala menyundul atap gua yang semakin sempit.

Sekitar setengah jam perjalanan, tiba-tiba lorong menjadi pertigaan. Maju ke depan, tim pun harus tiarap memasuki lubang sempit yang cukup dengan sekali angkat badan, dijamin terantuk atap gua.

"Huffsss...," tarikan nafas dalam dalam bersahutan. . Pasalnya saat tiarap harus bertempur dengan lumpur dan air semata kaki.

"Paling tidak 100 meter kita merayap di dalam gua Picung itu," kata Zahra.

Meski mereka melakukan eksplorasi gua tersebut,  mereka tetap membuat pemetaan gua dengan alat klinometer untuk mengukur kemiringan, kompas penentu arah, laser disto alat mengukur jarak. Nantinya dari pencatatan itu akan dibuat peta Gua Picung dalam bentuk tiga dimensi dan tampak atas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.