Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikti Soroti Perlunya Memelihara dan Mengembangkan Etnoteknologi

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 22:23 WIB | Oleh:
Kemendikti Soroti Perlunya Memelihara dan Mengembangkan Etnoteknologi Doc: ANTARA/Mecca Yumna
Ket. Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Najib Burhani dalam acara "Masa Depan Teknologi dan Ancaman Dehumanisasi" di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Jakarta, 14/3 - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyebutkan, selain teknologi modern seperti digitalisasi, memelihara etnoteknologi yang dikembangkan masyarakat juga penting dilakukan guna menjawab sejumlah permasalahan yang ada langsung di sekitar.

"Mungkin kita sebut teknologi tradisional, etnoteknologi, low technology, yang berkaitan dengan bagaimana menyimpan gabah, bagaimana kemudian di Sulawesi itu membuat pinisi, bagaimana kemudian teknologi misalnya rumah yang tahan gempa," kata Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Najib Burhani di Jakarta, Jumat.

Najib mengatakan, Indonesia adalah tuan rumah bagi teknologi semacam itu. Contohnya di bidang kehutanan, geologi, jamu, dan biodiversitas. Menurutnya, kekayaan akan potensi teknologi rendah itulah yang membuat ilmuwan dari negara lain, seperti Jerman, tertarik untuk belajar lebih jauh ke Indonesia. Menurutnya, Indonesia dapat mengembangkan ilmu-ilmu tersebut.

"Jadi bukan hanya mengadopsi teknologi yang sebutannya kuantum atau sebutannya misalnya atom dan sebagainya kayak gitu ya," katanya.

Dia melanjutkan, salah satu etnoteknologi yang perlu dikembangkan adalah yang berkaitan dengan perubahan iklim guna antisipasi, karena jika tidak dilakukan maka Indonesia bisa jadi yang pertama mengalami akibatnya, mengingat Indonesia adalah negara tropis.

Dalam kesempatan itu, dia menerangkan bahwa pengembangan serta adopsi teknologi perlu dilandasi oleh rasa kemanusiaan, agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Salah satu tugas para ilmuwan adalah memastikan bahwa sains dan teknologi, katanya, yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat, tidak menjauhkan manusia dari rasa kemanusiaannya.

"Social trust itu adalah menjadi bahan bakar utama dalam adopsi teknologi, dan karena itu harus perlu menjadikan masyarakat sebagai pemangku utama kepentingan daripada sains dan teknologi itu," katanya.

Dia mencontohkan, pada masa Presiden ketujuh Indonesia Joko Widodo, pembangunan jalan raya, jembatan layang, adalah infrastruktur serta teknologi yang dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakat. Akan tetapi, katanya, di Papua, jalan raya dilihat sebagai upaya untuk mengeksploitasi warga lokal di sana, sehingga ada yang memprotes.

Kejadian seperti itu, ujarnya, menggarisbawahi pentingnya komunikasi dalam mengembangkan teknologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.