Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makanan yang Dijual di Daerah Wisata Masih Banyak yang Kurang Higienis

📅 Rabu, 12 Mar 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Makanan yang Dijual di Daerah Wisata Masih Banyak yang Kurang Higienis Doc: ANTARA/HO Kemenpar
Ket. Arsip Foto - Relawan berpartisipasi dalam Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta.

Jakarta -- ementerian Pariwisata mendukung upaya peningkatan kebersihan daerah-daerah destinasi wisata guna meningkatkan peringkat pariwisata Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa indeks kebersihan dan kesehatan destinasi wisata Indonesia hingga saat ini masih tergolong rendah.

Seusai acara konferensi pers di Jakarta, Selasa, dia mengatakan bahwa indeks kebersihan dan kesehatan destinasi pariwisata Indonesia masih berada di peringkat 89 dalam daftar yang mencakup 114 negara.

Menurut dia, pemerintah berupaya meningkatkan peringkat sehingga bisa masuk dalam kelompok 60 atau bahkan 50 besar.

"Untuk naik dua sampai tiga (peringkat) dari target itu susahnya setengah mati," katanya.

Dalam daftar peringkat Tourism and Travel Development Index tahun 2024 yang mencakup 119 negara, Indonesia menempati peringkat ke-22.

"Kita sekarang kan 22, memang kita inginkan supaya itu bisa naik terus ke 20, bahkan mungkin suatu saat 10 besar... Tetapi pilar-pilar kebersihan dan kesehatan itu sangat memprihatinkan," kata Vinsensius.

Ia menyampaikan bahwa makanan yang dijual oleh para pedagang di daerah wisata masih banyak yang kurang higienis.

"Kalau kita makan di warung-warung, agak ke pinggir, itu kita baik-baik saja. Tapi kalau orang luar datang, turis, makan di warung, pulang-pulang pasti akan sakit perut," katanya.

"Ini salah satu indikator bahwa kebersihan dan higienis itu masih sangat minim sekali dan ini yang kita akan perbaiki," ia menambahkan.

Kementerian Pariwisata menjalankan Gerakan Wisata Bersih (GWB) untuk mendorong peningkatan kebersihan dan kesehatan daerah-daerah destinasi wisata.

Selain itu, kementerian mengedukasi dan mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mereka mengedepankan higiene dalam menyiapkan, mengolah, mengemas, menyajikan, dan memperdagangkan produk makanan di daerah wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.