Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polres Bursel bantu pencarian bocah yang diduga dimakan buaya

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Polres Bursel bantu pencarian bocah yang diduga dimakan buaya Doc: antara

Ambon, 11/3  - Kepolisian Resort (Polres) Buru Selatan (Bursel) membantu melakukan pencarian seorang bocah, Fiki Bantam (11), yang diduga dimakan buaya saat mencari ikan bersama ayah dan temannya di perairan Air Tanani, Desa Oki Baru, pada Sabtu (8/3) malam.

“Hingga saat ini, korban belum ditemukan, dan pencarian masih terus dilakukan, termasuk dengan upacara adat,” kata Kapolres Bursel AKBP M. Agung Gumilar di Ambon, Selasa.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIT. Saat itu, Fiki bersama ayahnya, Sarfin Bantam dan seorang temannya, Onyong Bone (11), pergi ke pantai untuk mencari ikan dengan metode bameti (menangkap ikan saat air surut).

Dalam perjalanan pulang, ayah korban meminta mereka untuk tidak singgah lagi. Namun, Fiki dan Onyong justru terlihat bergerak ke arah Air Tanani. Tak lama kemudian, Onyong berteriak dan lari ketakutan, sementara Fiki sempat berteriak, "Bapa, tolong!" sebelum ia ditarik ke dalam air.

Sarfin yang tiba di lokasi hanya menemukan senter kepala milik anaknya di atas pasir. Ia melihat Fiki masih muncul di permukaan air, tetapi kemudian tubuhnya ditarik masuk oleh sesuatu yang diduga seekor buaya.

Selama sekitar 10 menit, Sarfin berusaha memanggil dan berdoa agar anaknya dilepaskan, namun hanya gelembung air yang terlihat hingga akhirnya menghilang di dekat pohon sagu.

Setelah itu, Sarfin kembali ke rumah untuk memberi tahu istrinya, Siti Hajar Nurlatu, sebelum mereka bersama warga kembali ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Keesokan harinya, Minggu (9/3) pukul 10.30 WIT, pihak kepolisian turun ke lokasi, dipimpin oleh Kapolsek Namrole AKP Bobby Harta Setiadi bersama Bripka Gatot (Bhabinkamtibmas Desa Oki Baru) dan dua anggota lainnya.

Selain pencarian oleh pihak kepolisian dan warga, upacara adat babeto juga dilakukan oleh keluarga besar marga Latbual sebagai pemilik petuanan Air Tanani. Prosesi dipimpin oleh Abu Latbual dan Arsad Latbual dengan harapan korban bisa ditemukan. Namun, hingga saat ini, hasilnya masih nihil.

“Pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan keluarga korban, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Saat ini, Bhabinkamtibmas, ayah korban, serta penjabat kepala desa dan beberapa staf masih berada di lokasi kejadian untuk memantau perkembangan,” ujarnya.

Ia menegaskan kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar perairan Air Tanani dan daerah lainnya di Buru Selatan untuk lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama di malam hari. “Keberadaan buaya di wilayah tersebut perlu diantisipasi demi keselamatan warga,” ucap Kapolres.

Pihak berwenang dan masyarakat berharap korban segera ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal untuk memberikan kepastian bagi keluarga yang berduka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.