Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Tolikara Bisa Menjadi Contoh Penerapan MBG di Papua Pegunungan

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Tolikara Bisa Menjadi Contoh Penerapan MBG di Papua Pegunungan Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara Yosua Noak Douw ketika memberikan keterangan kepada wartawan, di Wamena, Selasa (11/3/2025).

WAMENA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan, mengharapkan daerahnya menjadi percontohan atau pilot project penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tolikara, Yosua Noak Douw, di Wamena, Selasa (11/3) mengatakan pihaknya sebenarnya telah menjalankan program makan bergizi bagi ibu hamil, balita dan anak usia sekolah.

“Program makan bergizi telah berjalan sejak 2014 hingga saat ini yang diberi nama Seribu Hari Pertama Kehidupan secara konsisten, meskipun mengalami keterbatasan anggaran,” katanya.

Sementara program lainnya yang berkaitan dengan makan bergizi, kata dia, telah berjalan di Distrik Karubaga, Kuari dan Anawi.

“Program makan bergizi yang kami beri nama Sarapan Sehat Anak Sekolah atau Sarasehans telah berjalan sejak 2023 hingga saat ini khusus kepada anak sekolah dasar (SD) kelas I-IV,” ujarnya.

Dia menjelaskan program Sarasehans di Kabupaten Tolikara baru dioptimalkan di delapan sekolah dasar dari 56 sekolah dasar di daerah itu.

“Kami anggarkan program Sarasehans pada 2023 sebesar Rp5 miliar dan nilai itu sama dengan anggaran tahun selanjutnya,” katanya.

Dia menambahkan pemberian makan bergizi ini dilakukan oleh petugas yang memiliki kualifikasi pendidikan gizi yang memberikan komposisi dan takaran makanan itu.

“Setiap harinya petugas akan menyiapkan Sarasehans berbeda-beda sesuai komposisi dan takaran gizi yang telah diatur,” ujarnya.

Dalam penerapan program Sarasehans, kata Yosua, pihaknya selalu mengkombinasikan antara beras dan makanan lokal seperti umbi-umbian dan sayuran.

“Program ini sudah berjalan dua tahun lebih dan dampaknya sangat signifikan karena mampu merangsang anak pergi ke sekolah dan pertumbuhan mereka pun baik serta orang tua tidak perlu menyiapkan sarapan bagi anak mereka,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.