Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Delapan remaja Ponorogo ditangkap karena terbangkan balon berpetasan

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 20:28 WIB | Oleh:
Delapan remaja Ponorogo ditangkap karena terbangkan balon berpetasan Doc: Antara Foto
Ket. Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Hidajanto, Selasa mengatakan, pihaknya menangkap mereka setelah balon udara yang diterbangkan jatuh di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, beserta sejumlah petasan yang gagal meledak.

Ponorogo, Jatim, 11/3 (ANTARA) - Delapan remaja di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur harus merayakan Lebaran di dalam rumah tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembuatan dan penerbangan balon udara yang disertai petasan.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Hidajanto, Selasa mengatakan, pihaknya menangkap mereka setelah balon udara yang diterbangkan jatuh di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, beserta sejumlah petasan yang gagal meledak.

Kasus ini bermula ketika salah satu pelaku, IAZ, berinisiatif menerbangkan balon udara pada Ramadhan tahun ini.

Ia kemudian mengajak VLN, VCK, RFE, RFA, dan ABR untuk patungan membuat balon udara dengan dana terkumpul sekitar Rp2 juta.

"Mereka memang sudah berniat menerbangkan balon pada Ramadan ini," ujar Rudi.

Pada 26 Januari, para pelaku bersama IDF dan ATS menerbangkan balon udara tersebut di area persawahan Desa Bogem, Kecamatan Sampung. Balon itu dilengkapi petasan berukuran 15 cm hingga 30 cm.

"Balon sempat terbang dengan petasan menyala dan mengarah ke barat," tambahnya.

Tiga hari kemudian, tepatnya pada 29 Januari, balon itu jatuh di Desa/Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun sejumlah petasan berukuran besar gagal meledak.

"Dari hasil penyelidikan, balon tersebut diketahui berasal dari Ponorogo. Kami lalu mengidentifikasi dan menangkap para pelaku," jelasnya.

Setelah ditangkap, mereka mengakui perbuatannya. Dari delapan pelaku, lima diantaranya masih di bawah umur, yakni VLN, VCK, RFE, RFA, dan ABR. Meski demikian, mereka tetap menjalani proses hukum.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara atau seumur hidup," tegas Rudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.