Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Alasan Orang Muda Pilih 'Childfree' Menurut Mendukbangga

📅 Sabtu, 15 Nov 2025, 12:05 WIB | Oleh:
Ini Alasan Orang Muda Pilih 'Childfree' Menurut Mendukbangga Doc: lifewithoutchildren.com

BENGKULU - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji menyoroti tren childfree atau ingin menikah, namun tidak ingin memiliki anak di kalangan muda.

"Ini memang bagian dari isu yang kita perhatikan bahwa 71 ribu perempuan Indonesia menginginkan childfree. Apa itu childfree, pingin menikah, tapi tidak pingin punya anak," kata Mendukbangga Wihaji di Bengkulu, Jumat.

Mendukbangga Wihaji menyampaikan ada tiga persoalan yang membuat kaum muda saat ini tertarik dengan tren tersebut. Fenomena child ree itu dipicu oleh persoalan kecemasan psikologis, ada kecemasan ekonomi, ada kecemasan fisik atau kesehatan pada kalangan muda.

"Tentu, tiga kecemasan ini harus saya jawab. Saya punya program namanya Tamasya, taman asuh sayang anak. Mereka yang takut anaknya nanti ketika punya anak, mereka berhenti kerja, saya siapkan tempat penitipan anak, yang barangkali tidak bisa mengasuh anak, kita siapkan tempat mengasuh anak," ucapnya.

Intinya, menurut Menteri Wihaji, negara hadir, pemerintah hadir, dalam membantu dan mendukung rakyat menghadapi tantangan serta permasalahan yang terjadi.

"Tamasya adalah jawaban dari masyarakat yang cemas karena childfree. Saya selaku manusia menghormati (pilihan) childfree, dan selaku menteri harapan saya, ayo ini adalah kehidupan, kita jalani dengan berbagai dinamikanya dan dialektikanya, insya Allah akan baik-baik saja," kata dia.

Mendukbangga, Wihaji memberikan kuliah umum bertema "Membangun Generasi Berencana: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Pembangunan Keluarga" yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna (G5G) Universitas Bengkulu.

Menteri Wihaji menegaskan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai penggerak dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas. Ia menyampaikan pembangunan keluarga merupakan fondasi bagi terciptanya sumber daya manusia yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Kesadaran untuk merencanakan masa depan, memahami kesehatan reproduksi, serta membangun keluarga yang siap secara mental dan ekonomi harus dimulai sejak dini," ujar Menteri Wihaji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.