Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan: Pasokan Pangan Terjaga, Harga Relatif Stabil Sambut 2026

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan: Pasokan Pangan Terjaga, Harga Relatif Stabil Sambut 2026 Doc: ANTARA
Ket. Dokumentasi - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau harga pangan di pasar.

JAKARTA – Kementerian Pertanian memastikan pasokan pangan nasional terjaga dan harga relatif stabil menyambut 2026, ditopang produksi dalam negeri, distribusi lancar, serta pengawasan pasar intensif di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi para pedagang yang mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET) sehingga stabilitas harga pangan terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.

“Kepada saudara-saudara yang sudah menjual komoditas pangan di bawah HET, kami ucapkan terima kasih," kata Mentan sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis(01/1).

Kendati demikian, Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak jika ada yang berani melanggar aturan di sektor pangan.

Kondisi itu menjadi perhatian karena stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga tidak ada alasan terjadinya kenaikan harga, khususnya untuk komoditas pangan pokok strategis seperti beras, minyak goreng dan gula konsumsi.

Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga akhir Desember 2025 mencapai 3,39 juta ton.

“Saat ini beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik karena produksinya banyak. Hal yang sama juga berlaku untuk gula putih, di mana produksi dalam negeri terus meningkat. Jadi, tidak ada alasan harga naik,” ujar Amran.

Ia menegaskan pula pemerintah terus mengawal stabilitas pasokan dan harga melalui pemantauan intensif serta turun langsung ke lapangan.

“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan dalam beberapa hari ke depan,” kata Amran.

Adapun mengacu pada Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga pangan rata-rata nasional di pasar tradisional pada Kamis pagi menunjukkan tren melandai.

Perkembangan ini mencerminkan mulai terjadinya penyesuaian pasar setelah peningkatan konsumsi selama libur akhir tahun, meskipun beberapa komoditas masih bertahan di level relatif tinggi.

Untuk komoditas beras kualitas bawah I tercatat di kisaran Rp14.700 per kilogram dan kualitas bawah II Rp15.350 per kilogram.

Pada segmen menengah, beras kualitas medium I berada di kisaran Rp16.350 per kilogram dan medium II Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, harga beras kualitas super I tercatat sebesar Rp17.250 per kilogram dan super II Rp16.750 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.