Gunung Inerie, Piramida Alami dari Ngada
📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim PenulisEvolusi magma Gunung Inerie diawali oleh diferensiasi magma yang menghasilkan magma intermediet. Dyke basalt hadir sebagai hasil diferensiasi dengan tingkat yang berbeda dari tiap kantong magma. Kondisi ketidakseimbangan terjadi akibat injeksi magma baru yang bersifat basaltik sehingga terjadi pencampuran magma intermediet dan basaltik yang kemudian menghasilkan produk Gunung Inerie muda.
Secara onomastika, nama Inerie, yang berarti “Ibu yang Jelita. “ Kedua nama diambil dari dua frasa lokal Ine yang artinya ibu, dan Rie yang artinya cantik. Nama ini memang bukan tidak sesuai fakta. Nyatanya gunung ini cukup cantic dengan lereng-lerangnya serta puncaknya yang terlihat rapi dan teratur.
Gunung Inerie yang menawarkan juga menjadi simbol kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Banyak kampung adat yang berdiri di kakinya, seperti Bena, Gurusina, Tololela, Bela, Luba, dan Maghilewa, yang memiliki tradisi untuk melestarikan gunung melalui budaya mereka. Keberadaan kampung-kampung ini menambah kekayaan budaya dan spiritual di kawasan gunung itu.
Untuk melihat kecantikan gunung ini tidak perlu mendaki. Terdapat beberapa tempat di sekitar Gunung Inerie yang dijadikan sebagai spot untuk menikmati keindahan dari gunung berapi yang masih aktif ini, secara lebih dekat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukit Watunariwowo atau Bukit Avatar di Bajawa dikenal sebagai tempat untuk melihat panorama Gunung Inerie terbaik. Bukit ini memiliki bentangan alam perbukitan dan pesona alam yang indah. Selain itu, Bukit Watunariwowo ada beberapa spot lain melihatnya meski kurang dikenal.
Bukit yang dikenal sebagai Bukit Avatar Flores dan lagi viral di beranda media sosial. Pesonanya tak main-main, berupa lanskap alam luas yang memanjakan, serta Gunung Inerie yang gagah menjulang dengan kemiringan yang tidak biasa. Lokasi spot ini berada di Desa Beja, Kecamatan Langa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Namun bagi yang ingin mencapai puncaknya Gunung Inerie menjadi telah menjadi langganan para pendaki. Meski memiliki ketinggian sedang namun gunung ini cukup menantang untuk didaki karena tidak mudah. Kemiringannya yang tajam, membutuhkan kesiapan fisik dan mental untuk mencapai puncak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu trek dari gunung kebanggaan masyarakat Ngada ini didominasi oleh batu kerikil dan bebatuan cadas dari bawah hingga ke sampai puncak. Hal ini membuat jalanan yang dilewati menjadi licin saat hujan, dan mudah lepas sehingga sukar dipijak.

Pemandangan Gunung Inierie saat Festival Wolobobo Ngada di Kabupaten Ngada, NTT.
Tak jarang para pendaki harus merangkak agar bisa terus mendaki. Sedikitnya vegetasi pepohonan yang tumbuh di gunung ini akan menambah tantangan jika pendakian dilakukan dikala siang hari, karena sinar matahari yang terik tak kan segan untuk menambah beban pendakian.
Medan lintasannya cukup beragam, mulai dari hutan lebat hingga puncak batuan vulkanik, memberikan pengalaman pendakian yang tak terlupakan. Waktu tempuh untuk mencapai puncaknya hanya berkisar antara 3 hingga 5 jam dari Desa Watumeze, titik awal pendakian yang populer.
Tingkat kesulitan dalam mengatasi kemiringan dapat dienyahkan karena pendaki mendapatkan hiburan berupa pemandangan alam sepanjang pendakian. Namun demikian meskipun trek yang menantang dengan menawarkan petualangan, keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!