Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Inerie, Piramida Alami dari Ngada

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Inerie,  Piramida Alami dari Ngada Doc: Istimewa

Di Ngada, Gunung Inerie menjadi ikon bagi kabupaten di Pulau Flores ini. Termasuk dalam tipe stratovolcano, gunung ini memiliki sudut kemiringan yang tajam membentuk menciptakan gunung kerucut yang lancip menyerupai piramida.

1741364608_7156f5d741ff8007754a.jpg

Gunung berapi Inierie terletak di bagian selatan Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Gunung Inerie dengan ketinggian ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut (mdpl) terletak di bagian selatan Kota Bajawa, Kabupaten Ngada. Lokasinya hanya berjarak 15 kilometer dari ibukota kabupaten itu.

Gunung yang cantik ini tidak lepas dari bentang alam Ngada dan telah menjadi ikon bagi masyarakat Ngada. Gunung ini terlihat cukup simetris dari berbagai sisi. Dengan kemiringan 30-40 derajat Inerie menjadi gunung paling lancip dibandingkan dengan berbagai gunung yang ada di Flores dan Indonesia pada umumnya.

Bentuk Gunung Inerie benar-benar menyerupai piramida dengan pucuknya yang runcing, meski tepinya berbentuk melingkar bukan segi empat. Inilah mengapa gunung ini cukup viral di media sosial karena sangat berbeda dengan gunung api pada umumnya.

Pengamatan morfologi di lapangan dan analisis digital elevation model (DEM) yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada menunjukan bahwa morfologi Gunung Inerie dapat dikelompokan menjadi morfologi tua dan muda.

Morfologi tua Gunung Inerie ditandai oleh morfologi yang telah mengalami penghancuran dan erosi yang cukup intensif, sedangkan morfologi muda Gunung Inerie ditandai oleh bentuk kerucut yang runcing. Perubahan ini mengindikasikan adanya evolusi magma yang dikeluarkan.

Dari hasil penentuan evolusi magma Gunung Inerie dengan metode petrografi dan geokimia berupa Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP MS) dan Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP AES), untuk menemukan petrografi-nya atau rincian batuannya.

Hasil petrografi menunjukan bahwa material produk Gunung Inerie tua berupa andesit dan terdapat intrusi berupa dyke basalt. Sedangkan produk material Gunung Inerie muda berupa batuan andesit piroksen dan skoria basaltan.

1741364608_04da7ebfbb635f82913e.jpg

Padang Mosui dengan latar belakang laut dan Gunung inerie.

Produk Gunung Inerie muda menunjukan tekstur khusus berupa reaction rim antara olivin dan piroksen, tekstur sieve, zoning, dan oscillatory zoning pada mineral plagioklas, serta tekstur vesikuler pada skoria basaltan. Hasil analisis geokimia menunjukan bahwa tubuh gunung ini tersusun atas magma dengan seri toleitik.

Pengeplotan diagram harker dengan menggunakan data oksida utama dan unsur jejak menunjukan bahwa magma telah mengalami diferensiasi. Pengeplotan spidergram menunjukan bahwa tatanan tektonik berada pada zona subduksi dengan karakter mantel berasal dari sumber yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.