Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Inerie, Piramida Alami dari Ngada

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Para pendaki disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang berpengalaman agar pengalaman mendaki lebih aman dan berwawasan. Pemandu ini tidak hanya memberi bantuan dalam navigasi, tetapi juga berbagi pengetahuan tentang flora, fauna, dan budaya setempat.

Dari Panduan Wisata Kabupaten Ngada, Gunung Inerie yang terakhir meletus pada tahun 1970 kini menjadi incaran para penggemar hiking. Bagi masyarakat sekitarnya gunung ini bukan hanya sekadar sebuah puncak yang tinggi, tetapi juga simbol harapan dan kehidupan.

Ketik pendaki sampai di punggung pertama, kawah yang cukup dalam dari Gunung Inerie sudah bisa dilihat. Namun perjalanan masih harus dilanjutkan hingga ke titik tertingginya dengan medan berbatu dan kemiringan yang semakin tajam. Sebelum sampai puncak dapat melihat kawah gunung ini yang tampak kering dan mati.

Setelah lelah mendaki tiba saatnya di puncak Gunung Inerie. Selain tugu bertuliskan “2.245 mdpl,” puncaknya ditandai dengan tiga buah tiang berbentuk menyerupai salib terbuat dari kayu yang tertancap di tanah. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.