Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abrasi Pantai Picu Kerusakan Talud Bandara Kaimana

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 23:11 WIB | Oleh:
Abrasi Pantai Picu Kerusakan Talud Bandara Kaimana Doc: Antara

Kaimana - Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kaimana, Papua Barat, menyebut abrasi pantai menjadi faktor penyebab kerusakan talud di kawasan Bandara Kaimana kurang lebih 60 meter.

Kepala UPBU Kaimana Juprianto Pali di Kaimana, Jumat, mengatakan jarak dari ujung landasan pacu atau runway dengan talud yang rusak terkena abrasi pantai hanya 50 meter

1741362927_e2833d7f1b4460cb269d.jpg

Pihaknya telah berupaya mengatasi masalah tersebut, namun terkendala dengan keterbatasan anggaran setelah adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penghematan.

"Terkadang abrasi masuk sampai 15 meter dalam kawasan bandara. Kami kesulitan karena anggaran kena efisiensi," kata Juprianto.

Menurut dia kondisi abrasi yang tidak segera ditangani akan terus meluas mendekati runway, dan hal itu berpotensi mengancam keselamatan operasional penerbangan di Kaimana.

UPBU akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat agar dapat mengambil tindakan perbaikan terhadap kondisi dimaksud, sehingga tidak mengganggu penerbangan.

"Kami berharap kalau bisa Pemda Kaimana membantu kami untuk menanggulangi abrasi yang sudah mulai parah ini," ucap Juprianto.

Dia menyebut kemungkinan terburuk yaitu penghentian sementara operasional penerbangan di Kaimana, apabila kondisi abrasi terus meluas sampai mengenai landasan pacu.

Penghentian operasional sementara tentu akan berdampak pada perekonomian, menghambat aktivitas masyarakat dan pegawai pemerintahan yang menggunakan jasa penerbangan.

"Kalau tidak ditangani nanti yang rugi masyarakat karena tidak ada pesawat yang beroperasi. Kami tutup sementara sampai semua teratasi," ujar Juprianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.