Xabi Alonso Resmi Latih Real Madrid: Ilmu dari Para Legenda Siap Diaplikasikan
📅 Senin, 26 Mei 2025, 08:12 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MADRID – Real Madrid akhirnya membawa pulang Xabi Alonso, kali ini bukan sebagai jenderal lini tengah, melainkan sebagai pelatih kepala untuk memimpin kebangkitan Los Blancos setelah musim mengecewakan tanpa trofi besar.
Alonso (43), yang semasa aktif sebagai pemain membela Liverpool, Bayern Munich, dan Real Madrid serta memenangkan dua gelar Piala Eropa dan satu Piala Dunia bersama timnas Spanyol, resmi dikontrak hingga 2028.
Sukses sebagai pemain tidak hanya memberinya medali, tapi juga pelajaran berharga dari pelatih-pelatih top yang membentuk filosofi kepelatihannya. Deretan nama seperti Pep Guardiola, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Rafael Benitez, dan Vicente del Bosque menjadi mentornya selama karir bermain.
Keputusannya meninggalkan Madrid menuju Bayern pada tahun 2014 juga dipicu oleh keinginannya menyerap ilmu langsung dari Guardiola. Pengaruh pelatih asal Spanyol itu terlihat jelas dalam cara Alonso mengubah Bayer Leverkusen menjadi kekuatan baru di Bundesliga.
Namun Alonso mengakui bahwa manajemen pemain ala Ancelotti memberikan dampak paling besar terhadap gaya kepelatihannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya selalu mencoba dekat dengan mereka, memahami bagaimana dan mengapa mereka mengambil keputusan," ujar Alonso kepada BBC tentang para mantan pelatihnya.
“Kita bisa belajar dari itu, tapi pada akhirnya kita harus membangun karakter dan ide sendiri. Tidak bisa sekadar menyalin. Kita harus percaya pada ide sendiri agar bisa menyampaikannya kepada pemain, dan itulah yang sedang saya coba lakukan,” sambungnya.
Setelah pensiun pada tahun 2017 di usia 35, Alonso tidak terburu-buru masuk dunia kepelatihan. Ia mengasah kemampuannya di akademi Real Madrid dan Real Sociedad sebelum menerima tawaran melatih Bayer Leverkusen pada bulan Oktober 2022, saat klub itu terdampar di posisi kedua terbawah Bundesliga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bawah arahannya, Leverkusen bangkit dan finis di posisi keenam serta melaju hingga semifinal Liga Europa sebelum disingkirkan AS Roma.
Musim penuh pertamanya menjadi lompatan besar. Alonso sukses mengakhiri dominasi 11 tahun Bayern Munich di Bundesliga dan mempersembahkan trofi DFB Pokal (Piala Jerman).
Nama Alonso sempat dikaitkan dengan Liverpool sebagai calon pengganti Jurgen Klopp, namun ia memilih bertahan dan The Reds akhirnya menunjuk Arne Slot sebagai pelatih baru.
Klopp pun menyebut Alonso sebagai wajah dari generasi pelatih baru. “Kalaubicara soal pelatih besar seperti Ancelotti, Mourinho, Guardiola, bahkan saya—kami tidak akan melatih selama 20 tahun lagi,” ujar Klopp.
“Generasi berikutnya sudah muncul, dan saya pikir Xabi adalah yang paling menonjol.”
Guardiola pun tidak terkejut melihat sukses mantan anak asuhnya itu. “Saya sangat beruntung memilikinya selama dua tahun. Dia pemain yang sangat cerdas,” ujar Guardiola.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!