Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alat Pembuat Api Primitif Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Tiongkok Timur

📅 Minggu, 02 Mar 2025, 09:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alat Pembuat Api Primitif Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Tiongkok Timur Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Seperangkat alat pembuat api yang ditemukan di situs arkelogi Caongyang di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, Selasa (7/1/2025).

NANJING - Arkeolog Tiongkok menemukan seperangkat alat pembuat api yang berasal dari sekitar 7.000 tahun yang lalu di sebuah situs arkeologi di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, menandainya sebagai bukti fisik tertua yang diketahui untuk teknologi pembuatan api yang ditemukan di Tiongkok hingga saat ini.

Gan Huiyuan, seorang peneliti di institut peninggalan budaya dan arkeologi provinsi tersebut, yang memimpin penggalian di situs Caoyangang, mengatakan peralatan yang baru ditemukan tersebut terdiri dari tongkat bor dan papan api.

Tongkat bor tersebut memiliki panjang lebih dari 60 sentimeter, sedangkan papan apinya memiliki panjang lebih dari 30 sentimeter. Artefak berwarna cokelat itu memiliki lebih dari 10 lekukan bundar berwarna hitam pekat pada permukaannya, yang dengan jelas menunjukkan tanda-tanda pembakaran.

"Alat pembuat api ini bukan hanya yang terpanjang yang pernah ditemukan di situs tersebut, tetapi, juga peralatan pembuat api dalam kondisi paling baik yang pernah ditemukan hingga saat ini," kata Gan, seraya menambahkan bahwa sejak penggalian dimulai, sejumlah peralatan pembuat api telah ditemukan di situs tersebut.

Selain itu, sebuah lekukan sirkular, yang kemungkinan digunakan untuk mengikat tali, ditemukan di salah satu ujung papan api, yang mengindikasikan bahwa benda tersebut dirancang agar mudah dibawa atau digantung.

Situs Caoyangang, yang membentang seluas 80.000 meter persegi, telah menjadi tempat ditemukannya banyak artefak selain alat pembuat api. Lebih dari 3.000 benda, termasuk tembikar, peralatan dari tulang, benda-benda dari kayu, fosil hewan rusa, babi, sapi, anjing, dan berbagai jenis burung, serta sisa-sisa tanaman air, telah ditemukan di situs tersebut.

Temuan-temuan itu memberikan gambaran yang jelas tentang kehidupan sehari-hari dan kepekaan estetika masyarakat kuno yang pernah berjaya di area tersebut, kata para arkeolog.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.