Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transformasi Sistem Distribusi Pupuk Percepat Capaian Kemandirian Pangan

📅 Jumat, 28 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Transformasi Sistem Distribusi Pupuk Percepat Capaian Kemandirian Pangan Doc: antara
Ket. Transformasi Distribusi Pupuk Katalis Pencapaian Swasembada Pangan

JAKARTA - Qomarudin kini tersenyum semringah lantaran tahun ini dirinya bisa lebih cepat melakukan persiapan musim tanam kedua seiring keputusan pemerintah mempercepat penyaluran pupuk subsidi sejak awal tahun.

"Keputusan pemerintah mempercepat penyaluran pupuk subsidi di tahun ini memang sesuai harapan teman-teman petani," ucap Qomar, petani asal Yogyakarta kepada Koran Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut Qomar, harapan para petani selaku produsen pangan itu sederhana saja, yakni pupuk bisa tersedia tepat waktu dengan jumlah sesuai kebutuhan. Tahun ini, ujarnya, penyaluran pupuk subsidi semakin baik, karena perencanaan dan pendataan sudah rampung tahun lalu.

"Saya lihat sudah ada penyesuaian dan perbaikan, termasuk penambahan kuota pupuk, semoga tidak terdampak efisiensi anggaran," harapnya.

Mulai 1 Januari 2025, petani di seluruh Indonesia sudah dapat menebus pupuk subsidi dengan harga terjangkau di berbagai kios resmi. PT Pupuk Indonesia mencatat peningkatan signifikan dalam penyerapan pupuk pada masa tanam kali ini.

Hingga 6 Januari 2025 sudah ada 91.913 transaksi penebusan pupuk bersubsidi di distributor resmi maupun kios di seluruh Indonesia. Jumlah petani yang melakukan penebusan mencapai 80.337 orang.

Volume pupuk yang berhasil disalurkan selama 6 hari pertama 2025 mencapai hampir 25 ribu ton pupuk bersubsidi dengan rincian 14.632 ribu ton pupuk urea, 9.960 ton pupuk NPK, 60 ton NPK Kakao dan 130 ton pupuk organik.

"Dengan kolaborasi dan koordinasi yang apik antara pemerintah dan Pupuk Indonesia, penyaluran pupuk bersubsidi mulai 1 Januari 2025 dapat berjalan tepat waktu," ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.

Rahmad menambahkan berkat sinergi kuatantara Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia, proses distribusi pupuk bersubsidi pada 2025 mencatatkan sejarah baru. Sejarah itu adalah surat keputusan penyaluran dari seluruh pemerintah daerah sudah selesai ditandatangani sebelum pergantian 2025. Sebab Surat keputusan yang sudah keluar itu, maka penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan tepat pada 1 Januari 2025.

"Dengan kinerja penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih baik, kami berharap petani bisa mendapatkan pupuk yang cukup untuk kebutuhan musim tanam pertama di tahun 2025,” jelas Rahmad.

Dia menambahkan antusiasme petani dalam menebus pupuk subsidi sangat luar biasa. Bahkan ada petani yang sudah melakukan penebusan pupuk pada dini hari pada 1 Januari 2025. “Pada 1 Januari lalu, kami mencatat terdapat 6.693 transaksi penebusan pupuk," ungkapnya.

Rahmad optimistis capaian pada awal tahun ini akan menjadi modal penting bagi penyaluran pupuk bersubsidi selama 2025. Terlebih lagi, pemerintah pada 30 Januari telah menerbitkan Peraturan Presiden yang akan lebih menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi. Dengan Perpres tersebut, penyaluran pupuk bersubsidi yang tadinya melibatkan banyak kementerian/ lembaga akan lebih sederhana.

Rahmad mengatakan Pupuk Indonesia akan terus berupaya menggenjot produksi agar bisa memenuhi alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton pada 2025.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimistis, dengan distribusi yang lebih tepat sasaran dan tepat waktu, produktivitas pertanian nasional akan meningkat secara signifikan. “Ini bukan hanya tentang pupuk, tetapi tentang masa depan ketahanan pangan Indonesia. Dengan pupuk yang tersedia tepat waktu, petani dapat memulai musim tanam dengan keyakinan penuh,” ucap Mentan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Jakarta International Photo Festival 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Jakarta International Photo...
Daerah
Pembagian paket sembako gra...
Ekonomi
Produksi tepung tapioka men...
Luar Negeri
Hubungan dengan AS Memburuk...
Daerah
Bendungan Ameroro pasok air...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.