Masyarakat Mempertanyakan Kejagung Belum Juga Periksa Riza Chalid
- Pertamina
JAKARTA - Rumah MRC sudah digeledah penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). “Sepanjang merupakan bagian dari kebutuhan penyidikan, siapa pun bisa diperiksa untuk membuat terang tindak pidana ini, termasuk Riza,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat.

Ket. kilang
Doc: ist
Terkait apakah penyidik sudah memanggil Riza Chalid atau belum, dia tidak bisa menjawabnya. “Nanti kami cek,” ujarnya.
Diketahui, putra Riza Chalid yang bernama Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus ini. MKAR adalah beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.
Lalu, penyidik telah beberapa kali menggeledah rumah Riza Chalid yang berlokasi di Jalan Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang diduga dijadikan kantor.
Diketahui, Riza Chalid merupakan seorang pengusaha Indonesia yang menjalankan bisnis di berbagai sektor mulai dari ritel mode, perkebunan sawit, industri minuman, hingga perdagangan minyak bumi.
Anda mungkin tertarik:
Berkat dominasinya dalam impor minyak, dia mendapat julukan "saudagar minyak" atau"The Gasoline Godfather."
Lahir tahun 1960, Riza aktif dalam bisnis impor minyak melalui anak perusahaan PT Pertamina, Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Nama Riza Chalid kerap dikaitkan dengan berbagai kontroversi bisnis perminyakan, khususnya terkait Petral yang berbasis di Singapura.
Bisnisnya diperkirakan menghasilkan sekitar 30 miliar dollar AS per tahun. Sedangkan kekayaannya ditaksir mencapai 415 juta dollar AS. Angka tersebut menjadikannya sebagai orang terkaya ke-88 dalam daftar Globe Asia tahun 2015.
Di dunia perminyakan, Riza memiliki sejumlah perusahaan yang beroperasi di Singapura, seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum.