Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kim Jong Un: Senjata Tanpa Ideologi Hanyalah 'Barang Besi'

📅 Selasa, 25 Feb 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Jong Un: Senjata Tanpa Ideologi Hanyalah 'Barang Besi' Doc: AP/KCNA
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato dalam pertemuan di Pyongyang, 15 November 2024.

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya telah menempuh jalan panjang dalam membangun militer yang kuat, tetapi senjata tanpa ideologi hanyalah "barang besi", media pemerintah KCNA melaporkan, Selasa (25/2).

Pernyataan tersebut diungkapkan saat Kim menekankan kesetiaan kepada beberapa kelompok militer paling elite-nya.

Pernyataan Kim di Universitas Politik Kim Il Sung muncul di tengah ketidakpastian politik di dalam negeri dengan lebih dari 10.000 tentaranya yang bertempur untuk Russia melawan Ukraina dilaporkan menderita kerugian besar.

Karena Tentara Rakyat Korea (KPA) bercita-cita menjadi militer terkuat di dunia, dan fokus misinya seharusnya "tidak lain adalah keuntungan politik, ideologi, spiritual, dan moral dari tentara Partai dan rakyat," kata Kim.

"Dengan mengatakan bahwa senjata tanpa ideologi ibarat peralatan besi ... ia menegaskan pembangunan KPA harus selalu dan sepenuhnya berorientasi pada pemberian prioritas untuk menjadikan militer kuat secara politik, ideologi, dan moral," kantor berita KCNA melaporkan.

Kampus tersebut merupakan tempat pelatihan bagi para perwira yang kemudian bertugas dalam aparat politik yang kuat di lebih dari 1 juta militer aktif negara tersebut, yang menjalankan kontrol politik arahan Partai Pekerja yang berkuasa.

Kim mengatakan partainya sangat menghargai "kesetiaan dan kepahlawanan yang tak tertandingi dalam mengatasi kesulitan dan berkorban dengan gembira jika negara memanggil."

"Keunggulan ideologis dan moral tentara berarti keunggulan kualitatif tentara,” katanya.

Kim tidak secara khusus menyebut Amerika Serikat atau Korea Selatan dalam pidatonya, tetapi ia mengatakan sekutu bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan regional dan bersumpah akan mengambil tindakan balasan termasuk membangun lebih banyak senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump belum lama ini lalu mengatakan akan menghubungi Kim.

Korea Utara juga belum secara resmi mengakui dukungan militernya terhadap Russia dalam perang Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.