Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aset BLBI di Karawaci Bisa Buat Komersial

📅 Senin, 24 Feb 2025, 03:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aset BLBI di Karawaci Bisa Buat Komersial Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau lahan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (22/2).

TANGERANG - Lahan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, bisa dibangun rumah komersial dan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam rangka mendukung program 3 juta rumah.

“Kalau sepintas, dengan area yang sangat bagus, mungkin ide saya gabungan ada bangunan komersial dan MBR,” jelas Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat membayangkan manfaat lahan tersebut. Dia sempat meninjau lahan eks BLBI di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Minggu (23/2).

Lahan eks BLBI di Karawaci memiliki total luas 3,7 hektare yang terdiri dari 3,5 ha satu hamparan dan sisanya di beberapa lokasi. Menurut Maruarar, kawasan di sini ideal karena sangat strategis dan tidak diduduki masyarakat, yang berarti clear and clean.

Dalam rangka menindaklanjuti persoalan ini, dia bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rio Silaban, dan Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja akan bertemu pada Senin (24/2).

Pembahasan mencakup konsep pembangunan perumahan di area eks BLBI dan tanah negara lainnya agar semua yang dilakukan pemerintah sesuai ketentuan. Jadi tidak ada pelanggaran hukum.

“Di sini kan banyak juga milenial. Ada kampus. Ada juga rumah sakit. Mungkin bisa juga buat perawat-perawatnya. Kalau ada guru juga bisa masuk ke sini. Jadi, kita pikirkan konsepnya yang bagus,” ucapnya.

Maruarar menyebut akan meneliti dan melakukan survei lebih lanjut untuk memanfaatkan lahan eks-BLBI Karawaci sebagai bagian dari program 3 juta rumah. “Menurut saya jalannya bagus. Areanya juga sudah matang. Lokasi ini bagus sekali,” ucap Menteri PKP.

Tanah memang menjadi problem utama program tiga juta rumah. Menurut Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Kementerian Pekerjaan Umum, Manlian Ronald, masalah tanah bukan hanya soal ketersediannya, tapi juga harga. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Mensos Ajak Warga Aktif Kor...
Luar Negeri
Kepulauan Pasifik Terancam ...
Nasional
Wamendiktisaintek Sebut Tem...
Luar Negeri
Aljazair Buka Pintu Lebar I...

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB: Kualitas Udara Kalbar...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.