Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum #KaburAjaDulu ke Luar Negeri
📅 Minggu, 23 Feb 2025, 11:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKita bisa berkaca pada India yang kekurangan tenaga medis karena dua pertiga dokternya memilih berkarier di negara maju, atau Venezuela yang 40% dosennya eksodus, membuat hampir seluruh perguruan tinggi terancam tutup.
Indonesia sendiri mengalami brain drain di sektor kedirgantaraan pascareformasi, dengan banyaknya insinyur yang melanjutkan karier di luar negeri.
Ketidakstabilan politik yang berlanjut pascareformasi menyebabkan puncak brain drain pada 2007 hingga mencapai indeks 7,5. Pada 2024, Indonesia menempati peringkat 88 dari 175 negara dengan indeks 5,4. Meskipun sudah menurun secara signifikan sejak 2018, angka ini masih berada di atas indeks rata-rata dunia, yaitu 4,98.
Artinya, posisi Indonesia memang masih relatif aman, namun risiko kehilangan sumber daya manusia terampil cukup besar apabila kesejahteraan di dalam negeri tidak membaik. Kini terlihat dari maraknya #kaburajadulu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah harus bertindak serius
Narasi #kaburajadulu seharusnya menjadi wake up call bagi pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah bijak dalam menghadapi potensi brain drain. Belajar dari negara-negara yang berhasil mengatasi seperti Korea Selatan dan Taiwan, diperlukan strategi jitu untuk menarik diaspora kembali ke negara asal.
Korea Selatan, misalnya, berhasil membalikkan keadaan dalam tiga dekade dengan memberikan jaminan kesejahteraan serta pembangunan infrastruktur riset dan teknologi untuk memfasilitasi peneliti dan insinyur yang kembali ke negaranya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Strategi serupa bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia, salah satunya dengan memprioritaskan pendidikan dan kesehatan, menjamin kesejahteraan dan peluang karier bagi tenaga terampil, serta merancang program repatriasi melalui industri-industri strategis.
Januari Pratama Nurratri Trisnaningtyas, Dosen, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!