Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Mengurangi Kebergantungan Impor Kapal? Begini Kata Pengamat Maritim

📅 Minggu, 23 Feb 2025, 11:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dr. Marcellus berujar, pendanaan merupakan salah satu tantangan utama bagi industri galangan kapal nasional. Biaya pembangunan kapal yang tinggi, ditambah dengan suku bunga pinjaman perbankan yang relatif besar, sering kali menjadi hambatan bagi pengusaha dalam negeri untuk mengembangkan usahanya.

Tanpa akses pendanaan yang memadai, banyak galangan kapal kesulitan meningkatkan kapasitas produksi dan mengadopsi teknologi modern, yang pada akhirnya menghambat daya saing industri maritim Indonesia. Maka dukungan dari bank dan pemerintah menjadi faktor kunci dalam mengatasi masalah pendanaan ini.

Bank nasional harus menawarkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau bagi industri galangan kapal, terutama dalam hal tenor pinjaman dan suku bunga yang lebih kompetitif. Dewasa ini banyak pelaku industri harus mencari pendanaan dari luar negeri karena, keterbatasan dukungan perbankan dalam negeri. "Jika perbankan nasional dapat berperan lebih aktif, industri galangan kapal dalam negeri akan lebih mampu berkembang dan bersaing di pasar global,"ucapnya

Pemerintah juga harus berperan lebih besar dalam memberikan insentif bagi industri galangan kapal. Kebijakan seperti subsidi bunga pinjaman, skema pembiayaan khusus, serta insentif pajak dapat membantu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh pelaku industri. Pemerintah dapat memperkuat regulasi yang mewajibkan penggunaan kapal buatan dalam negeri dalam proyek-proyek maritim nasional, sehingga permintaan terhadap kapal produksi lokal meningkat dan industri galangan kapal semakin berkembang.

Dukungan pendanaan yang kuat juga akan memperkuat posisi Indonesia di pasar regional dan global. Negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan, telah lama menerapkan kebijakan pembiayaan yang mendukung industri perkapalan mereka, termasuk pemberian subsidi dan dukungan perbankan yang agresif.

Jika Indonesia ingin bersaing di tingkat internasional menurut Marcellus, langkah serupa perlu diterapkan untuk memastikan bahwa industri galangan kapal nasional memiliki daya saing yang setara dengan negara-negara lain. Oleh karenanya dengan kebijakan pendanaan yang tepat, industri galangan kapal Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi pemain utama di Asia Tenggara.

Sinergi antara bank dan pemerintah dalam menyediakan skema pendanaan yang terjangkau akan mendorong inovasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat industri maritim nasional. "Jika tantangan ini dapat diatasi, Indonesia dapat menjadi pusat industri galangan kapal yang kompetitif, tidak hanya di ASEAN, tetapi juga di tingkat global,"pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.