Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Demi Jaga Bekantan, BKSDA Kaltim Garap Areal Konservasi pada 2025

📅 Sabtu, 22 Feb 2025, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Jaga Bekantan, BKSDA Kaltim Garap Areal Konservasi pada 2025 Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah bekantan (Nasalis larvatus) bertengger di dahan pohon mangrove di kawasan ekowisata Sungai Hitam Lestari di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

SAMARINDA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggarap kawasan-kawasan yang patut dijadikan areal konservasi pada 2025 guna melestarikan habitat bekantan, primata endemik Pulau Kalimantan yang dilindungi.

"Peran serta masyarakat, terutama dari mitra atau NGO yang peduli terhadap orang utan dan bekantan, sudah mulai banyak. Kami ajak mereka bekerja sama sehingga upaya konservasi dapat ditingkatkan," kata Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto di Samarinda, Sabtu.

BKSDA Kaltim memiliki beberapa kawasan konservasi, seperti Cagar Alam Teluk Adang dan Cagar Alam Teluk Apar di Kabupaten Paser, yang menjadi tempat perlindungan bagi berbagai satwa di Kalimantan, termasuk bekantan. Selain itu, mereka juga secara rutin melakukan inventarisasi dan pengawasan di kawasan lain di Kaltim.

Ia menjelaskan sebaran bekantan hampir ada di seluruh Pulau Kalimantan, terutama di pinggir sungai yang memiliki dataran rendah. Mereka hidup di muara hingga kurang lebih 3-4 kilometer ke daratan. Makanan utama mereka pucuk daun dan jarang makan buah.

"Bekantan itu herbivora, berbeda dengan primata lainnya yang omnivora. Karena keunikannya inilah, bekantan perlu kita lindungi," katanya.

Terkait dengan upaya konservasi, saat ini pihaknya mulai mengarahkan pada lokasi yang memiliki keragaman tinggi dan perlu diselamatkan, yang disebut areal konservasi. Areal ini berada di luar kawasan yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan konservasi.

"Ini yang akan menjadi garapan kami di tahun 2025. Contohnya, Teluk Balikpapan merupakan kawasan habitat bekantan. Jika berdasarkan hasil kajian layak dikonservasi, maka akan dijadikan areal konservasi," kata dia.

Meski menjadi areal konservasi, ujarnya, hak-hak masyarakat setempat tidak akan dihilangkan.

Pihaknya akan mengajak masyarakat dan pihak swasta yang memiliki hak alas terhadap areal konservasi untuk bersama-sama melakukan kegiatan konservasi.

"Kami akan susun regulasi terkait hal itu. Dalam undang-undang sudah disampaikan ada area konservasi. Nanti akan kita kaji lebih lanjut," demikian Ari Wibawanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

47 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.