Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu AS Didesak Perbarui Pakta New START dengan Russia

📅 Jumat, 21 Feb 2025, 02:40 WIB | Oleh:
Menlu AS Didesak Perbarui Pakta New START dengan Russia Doc: AFP/EVELYN HOCKSTEIN
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio

WASHINGTON DC - Puluhan anggota parlemen Demokrat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (19/2) mendesak Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk bekerja sama dengan Kongres guna memperbarui pakta senjata nuklir AS-Russia yang akan berakhir tahun depan, dengan mengatakan bahwa bahkan di masa-masa menegangkan, perjanjian tersebut telah mengurangi risiko perang nuklir.

Para anggota parlemen, termasuk Senator AS Edward Markey, Christopher Murphy dan Tammy Baldwin, mengatakan pemerintahan Presiden Republik Donald Trump memiliki kesempatan bersejarah untuk memulai pembicaraan tingkat tinggi guna mengganti Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru atau New START (Strategic Arms Reduction Treaty), yang akan berakhir pada 5 Februari 2026.

Para anggota parlemen mengatakan kemajuan dapat dicapai meskipun Presiden Russia, Vladimir Putin, sedang berperang selama tiga tahun dengan Ukraina.

"Kami mengutuk ancaman nuklir Putin terhadap Ukraina," tulis para anggota parlemen dalam sebuah surat. "Namun, bahkan ketika negara-negara kita memiliki perbedaan pendapat yang mendalam, termasuk selama Perang Dingin, kita berhasil berunding untuk menyelamatkan dunia dari jurang bencana nuklir," imbuh mereka.

Pertemuan di Riyadh

Menlu Rubio dan pejabat Trump lainnya bertemu dengan pejabat Russia pada Selasa di Riyadh, Arab Saudi, untuk melakukan pembicaraan guna mengakhiri perang di Ukraina dan sepakat untuk mengadakan lebih banyak pertemuan.

Kementerian Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai surat tersebut dan apakah topik pembaruan New START mengemuka di Riyadh.

Pada tahun 2010, Moskwa dan Washington DC pertama kali menandatangani New START, yang mengurangi persenjataan nuklir strategis AS dan Russia dengan verifikasi. Kedua negara sepakat pada tahun 2021 untuk memperpanjang perjanjian tersebut selama lima tahun.

Para anggota parlemen Demokrat mengatakan pemerintahan Trump memiliki kesempatan hingga perundingan perjanjian nuklir mencapai kesepakatan untuk saling setuju menghormati batasan New START, dengan menggunakan cara verifikasi persenjataan nuklir yang ada.

"Meskipun Russia telah setuju untuk mematuhi batasan perjanjian, kami percaya bahwa kepentingan terbaik kedua negara adalah untuk menjalankan mekanisme formal yang bertujuan mencegah perlombaan senjata nuklir," kata mereka.

Para anggota parlemen pun mendesak agar Menlu Rubio untuk bekerja sama dengan Kongres guna mengganti New START dan meminta Kementerian Luar Negeri AS untuk mengadakan pengarahan kepada Kongres mengenai rencana pemerintah tersebut. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.