Komnasdik Kaltim Dorong Kebijakan untuk Jembatani Kesenjangan Pendidikan di Era Digital
📅 Jumat, 21 Feb 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
SAMARINDA - Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Kalimantan Timur mengajak seluruh pemangku kebijakan pendidikan untuk bersama-sama menjembatani kesenjangan yang terjadi di era digital saat ini. Terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim.
“Kami menyadari bahwa di era digital ini, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting. Namun kita juga tidak bisa menampik adanya tantangan dan kekurangan dalam sistem pendidikan kita,” kata Ketua Komnasdik Kaltim Masdudi di Samarinda, beberapa waktu lalu.
Masdudi menyampaikan bahwa Komnasdik Kaltim sebagai mitra pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencatat dan menampung aspirasi serta masukan dari berbagai unsur di lapangan. Masukan-masukan ini kemudian akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemangku kebijakan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ia mencontohkan, wilayah-wilayah yang berada di pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan sebagian Kutai Timur mengalami kesulitan dalam menerima dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dibandingkan dengan wilayah perkotaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami berusaha menjembatani kesenjangan ini. Jangan sampai ada perlakuan yang tidak adil atau tidak merata bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Timur,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komnasdik Kaltim Sri Mulyati menambahkan bahwa salah satu fokus utama dalam pendidikan saat ini adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter bertujuan untuk mewujudkan siswa yang memiliki integritas dan bermartabat. “Perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan tidak bisa kita hindari. Kita harus adaptif dengan perubahan tersebut,” kata Sri Mulyati.
Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana para guru sebagai pendidik dapat melaksanakan tugas dan amanah dengan baik. “Yang terpenting adalah bagaimana guru dapat mendampingi anak-anak kita, mencerdaskan bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tapi juga nilai-nilai karakter,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sri Mulyati juga menekankan pentingnya peran guru sebagai role model bagi siswa. Nilai-nilai karakter tidak hanya ditransfer melalui platform pembelajaran, tetapi juga melalui contoh dan perilaku guru sehari-hari.
Sementara itu, Pemprov Kaltim berupaya menggenjot status Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi seluruh guru honorer di wilayahnya.“Saya mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk meng-ASN-kan guru-guru dan makin lama makin naik jumlahnya,” ujar Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di Samarinda, beberapa waktu lalu.
Akmal Malik menilai bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, kesejahteraan dan kejelasan karier mereka menjadi hal yang patut diperjuangkan.Akmal Malik menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.
Ia berharap, dengan menjadi ASN, para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan generasi muda Kaltim. “Pemerintah Daerah tidak mendorong guru menjadi ASN itu keterlaluan,” tegasnya.
Akmal Malik merasakan betapa tidak enaknya kalau status itu digantung dan sangat menyakitkan.“Maka kita minta dan kita mengajukan 9.456 dengan berbagai formasi yaitu CPNS 261 orang, Tenaga Guru 2.649 orang, Tenaga Kesehatan 1.255 orang dan Tenaga Teknis 5.291 orang,” sebutnya.
Akmal bersyukur 9.456 sudah ada kuotanya dan sudah disetujui. Untuk tenaga guru dari 2.649 orang dan terpenuhi 1.400 orang. “Masih ada seribu lebih yang belum, dan diharapkan bisa terpenuhi pada tahap kedua seleksi PPPK, khususnya untuk tenaga guru nanti,” paparnya. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!