Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konvoi, Selamatkan Kapal Dagang Inggris dari Serangan Jerman

📅 Rabu, 19 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konvoi, Selamatkan Kapal Dagang Inggris dari Serangan Jerman Doc: Arsip Nasional Kanada

Inggris mengandalkan impor untuk mempertahankan usaha perangnya. Jerman bertekad untuk memutus jalur penyelamat ini. Apakah penerapan konvoi membuat Inggris tetap berada dalam Perang Dunia I?

1739892499_f02ec5d872fa2695503e.jpg

Foto: Arsip Nasional Kanada

Konvoi saat ini dikenal sebagai suatu aktivitas berkendara yang dilakukan oleh sekelompok orang menggunakan kendaraan tertentu, seperti motor, mobil, sepeda, dan lainnya. Namun dalam sejarahnya istilah ini berasal dari dunia maritim.

Para pelaut telah menggunakan konvoi, setidaknya selama delapan abad. Bangsa Eropa pertama yang menyempurnakan konsep ini adalah Spanyol, saat armada harta karun mereka yang didirikan pada awal abad ke-16 berlayar dari Dunia Baru atau Benua Amerika, membawa segala macam barang rampasan mewah dan baru.

Iring-iringan kapal yang berbaris dilakukan untuk menghindari bajak laut, terutama Inggris. Hal ini secara efektif dapat merusak skenario bajak laut sehingga mereka perlu mengerahkan awak dan armada lebih banyak untuk memenangkan pertempuran.

Popularita konvoi berlanjut muncul kembali awal Perang Dunia I. Saat itu Inggris yang mengandalkan impor, yang dibawa oleh kapal dagang yang berlayar sendiri, dan menjadi sasaran empuk bagi kapal penyerang permukaan, ranjau, dan kapal selam dari Jerman.

Jerman menyerang kapal dagang setelah mereka gagal mencapai kemenangan cepat dalam perang, komando tinggi. Selanjutnya negara itu berkonsentrasi menyerang armada niaga Inggris dengan tujuan merusak perekonomian mereka.

1739892499_86cb403b650e6c52b28d.jpg

German U-boat UB 14. Foto: Istimewa

Jerman kala itu menggunakan kapal selam untuk menyerang armada Inggris. Penggunaan kapal selam membuat penenggelaman kapal meningkat pesat. Sesuatu strategi perlu diubah untuk membendung kerugian ini dan menjaga Inggris tetap mampu bertahan dalam perang.

Pada tahun 1914, Inggris mengimpor dua pertiga makanannya dan sejumlah besar bahan mentah, seperti minyak dan karet. Untuk mengangkut ini, Inggris memiliki armada dagang terbesar sebesar 40 persen dari total perdagangan dunia.

Jika impor ini dikurangi secara drastis, usaha perang Inggris akan terbatasi, atau bahkan mungkin harus menuntut perdamaian. Pengiriman tidak dikawal, kecuali konvoi pasukan dan rute pasokan lintas-selat. Awalnya, kapal-kapal penyerang permukaan Jerman seperti Kapal Penjelajah Ringan dan Kapal Penjelajah Bantu yang mengancam perdagangan Inggris.

Kapal-kapal ini menjelajah seluruh dunia, memburu kapal dagang dan membombardir instalasi pelabuhan. Efek paling merusak dari penyerang permukaan ini bukanlah penenggelaman kapal, tetapi dampaknya terhadap tarif asuransi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.