Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memprihatinkan, Banyak Kaum Muda Indonesia Tak Berminat pada Sains

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 12:57 WIB | Oleh:
Memprihatinkan, Banyak Kaum Muda Indonesia Tak Berminat pada Sains Doc: antara foto
Ket. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Yudi Darma.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan fakta yang cukup mengagetkan sekaligus memprihatinkan seiring dengan banyaknya generasi muda Indonesia yang kini tak lagi berminat terhadap dunia sains.

"Jadi peminat MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) itu menurun sekarang, khususnya fisika. Ada beberapa kampus yang sudah tutup tuh prodi fisikanya," kata Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Yudi Darma dalam diskusi bersama media di Jakarta, Selasa (18/2).

Ia menyebut hal itu sebagai ironi, sebab sains salah satu kunci utama menciptakan peradaban berkualitas yang berteknologi tinggi.

"Mungkin dulu tahun 50-an, memori 5 megabyte itu ukurannya 2 meter x 2 meter. Ngangkat mungkin lima orang, sekarang 2 terabyte se-ujung kuku. Itu basisnya apa saja, fisika semua, quantum physics," ujarnya.

Secara umum, ia juga menyoroti kebiasaan kebanyakan masyarakat Indonesia yang dinilai jauh dari saintifik.

"Karena sekarang mungkin bapak, ibu, teman-teman mungkin tahu ya minat kehidupan sehari-hari dari masyarakat kita, ya sebagian besar mengatakan ya mungkin ada yang jauh dari sains begitu. Sehingga percaya dengan hoaks, kemudian ikut-ikutan kegiatan-kegiatan yang secara saintifik mungkin tidak ya seperti judi online, pinjol, hoaks atau misalkan yang isu-isu yang berkembang gitu di masyarakat yang jauh dari sains seperti bumi datar," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah dalam upaya diseminasi keilmuan sains kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai penerus bangsa pada masa yang akan datang.

Sejumlah upaya tersebut, antara lain diwujudkan dalam penciptaan ekosistem hidup berbasis sains dan teknologi (living lab), di mana upaya ini diharapkan menciptakan masyarakat yang memiliki perangai teknologi, ditandai dengan sikap berpikir secara sistemik.

Dalam hal ini, pihaknya akan menggandeng seluruh pemangku kepentingan, baik masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Salah satu wujudnya, Kemdiktisaintek juga akan melakukan sosialisasi melalui pergelaran Rapsodi Seni Sains dan Teknologi yang merupakan pertunjukan seni dibalut dengan unsur sains dan teknologi.

"Kalau sekarang ya anak-anak didik kita mungkin atau teman-teman kita yang masih belia ya lebih banyak scrolling, hiburan dan apa gitu. Nah sekarang bagaimana kita mengupayakan sambil dia terhibur dia juga mempelajari sesuatu yang tanpa dia sadari meningkatkan literasi sains dan teknologinya dia," demikian Yudi Darma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.