Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Petani Ikan Terancam Gagal Panen Seiring Berhenti Beroperasinya eFishery

📅 Senin, 17 Feb 2025, 12:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ribuan Petani Ikan Terancam Gagal Panen Seiring Berhenti Beroperasinya eFishery Doc: istimewa
Ket. Aktivitas pembudidaya ikan

JAKARTA-Perusahaan teknologi akuakultur, eFishery, kini menghadapi tantangan besar. Berhenti beroperasi sejak Desember 2024 dan tengah dalam proses penyelidikan, perusahaan ini telah melakukan Pemutusah Hubungan Kerja (PHK) terhadap 90 persen atau hampir seluruh karyawannya yang mencapai sekitar 2.000 orang. 

"Kami berharap proses penyelidikan ini dapat membawa keadilan bagi semua pihak yang terlibat, termasuk karyawan, para pembudidaya, dan investor,"ucap Icad, mantan karyawan eFishery yang juga mantan Sekjen Serikat Pekerja PT Multidaya Teknologi Nusantara (SPMTN) dalam keterangannya ke media, Senin (17/2).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa kontribusi eFishery terhadap digitalisasi sektor akuakultur telah membantu ribuan pembudidaya dan mengubah industri perikanan Indonesia. Teknologi eFishery telah digunakan oleh lebih dari 30.000 pembudidaya ikan serta petambak udang, dan berhasil membantu mereka dalam menghemat biaya pakan hingga 20% dan meningkatkan produktivitas hingga 34,1%.

Kata Icad, bahwa secara bisnis yang dilakukan oleh eFishery sangat membantu para pembudidaya ikan, udang, dan juga pemasok pakan dan alat. Apalagi saat ini ekosistem yang dibentuk sudah mulai rapih. 

Data para pembudidaya ikan dan tambak udang yang mendapat manfaat dari eFishery sudah mulai terkoneksi dari seluruh pulau di Indonesia. “Dengan adanya teknologi kami itu, mereka malah bisa berkembang. Yang tadinya hanya satu kolam, sekarang menambah tiga kolam. Ini kan membuat mereka sejahtera,” kata dia.

Icad juga mengungkapkan walapun proses penyelidikan sedang berlangsung, namun pihaknya tetap bangga dapat menjadi bagian dari eFishery. 

“Kami banyak belajar dari para founder, mas Gibran dan mas Chrisna, yang merupakan sosok sederhana di balik kesuksesan eFishery. Mereka selalu hadir di lapangan, mendengarkan keluhan para pembudidaya, dan mencari solusi untuk setiap masalah yang ada,” katanya.

Ia menilai bahwa persoalan yang ada jangan sampai membuat ekosistem perikanan para pembudidaya yang dibuat berantakan. Untuk itu, semua pihak mesti berpikir jernih atas masalah yang terjadi. 

Icad mengungkapkan bahwa saat ini operasional eFishery sudah berhenti sehingga banyak petani ikan dan pembudidaya yang dirugikan. Tidak ada lagi yang mendampingi mereka dalam berbisnis. 

“Mereka mengatakan, tahun ini sudah pasti gagal panen. Ini menyedihkan padahal mereka sangat bergantung pada eFishery selama ini,” terang dia.

Ardi, Mantan Karyawan eFishery mengatakan, dirinya sudah 11 tahun menjadi pekerja di bidang iOT. Mayoritas pekerja di eFishery memiliki rata-rata usia 30-35 tahun.

Ia mengatakan, skema bisnis yang diterapkan para pembudidaya dalam waktu setahun dapat membantu mereka meningkatkan jumlah kolam. Misalnya pada tiga tahun kemarin itu, ketika dirinya meng-install alat, terbukti para pembudidaya sudah bisa menambah kolam dan produktivitas meningkat.

“Jadi meningkat dua kali lipat saat bekerja sama dengan eFishery,” kata dia, dalam keterangannya ke media, Senin (17/2).

Mulai dari benih, pakan, dan dibantu budidaya lebih efisien (terjadwal) setelah panen dibeli. “Kami juga memutus rantai tengkulak yang ada,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.