Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Petani Ikan Terancam Gagal Panen Seiring Berhenti Beroperasinya eFishery

📅 Senin, 17 Feb 2025, 12:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sehingga, menurutnya, secara margin para pembudidaya sangat merasakan karena langsung menjual ke pembeli. Untuk itu, secara bisnis harusnya skemanya bisa terus berjalan. “Kami sudah terkoneksi di tahun 2024, satu ekosistem di beberapa area sudah ada. Mulai pemberian bibit, pakan, alternatif teknologi eFisheryFeeder,” tambahnya.

Ia menyatakan, selama bekerja di eFishery sudah bisa merasakan kesejahteraan dan banyak kesempatan berkembang di perusahaan ini. “Selama ini karyawan dengan Founder mas Gibran dan mas Chrisna sudah seperti teman, dan komunikasi kami bagus. Jadi memang gak terlihat glamor dan foya-foya, biasa saja,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa selama ini karyawan di eFishery bekerja untuk memberikan dampak ke berbagai pihak, khususnya untuk keluarga dan para pembudidaya, namun dituduh melakukan kecurangan. “Teman-teman saya tidak ada urusan kesana, kami di teknologi untuk bikin produk menghasilkan impact ke user. Bahkan sekarang kami sudah di PHK dan dilihat negatif, melamar kerja sulit karena berasal dari eFishery. Padahal kami hanya berkarya,” keluhnya.

Ketua Kelompok Petani Ikan Tasik Mujahid mengungkapkan teknologi eFishery telah membantu pihaknya mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan. 

"Sebelum pakai teknologi eFishery, kami sering boros pakan sehingga sulit bersaing karena biaya tinggi. Sekarang, kami bisa hemat dan hasil panen jadi lebih baik." kata dia kepada media. 

Selain itu, eFishery telah membantu mereka mendapatkan akses pembiayaan yang sebelumnya sulit didapat. "Sebelum ada eFishery, kami susah cari modal. Sekarang, kami bisa pinjam uang dengan mudah dan bayarnya dicicil sesuai hasil panen,” ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah petani ikan lele yang sebelumnya hanya memiliki 30 kolam. Tetapi dengan adanya program eFishery maka dirinya berinvestasi menjadi 180 kolam ikan lele. “Selama ada program itu saya sangat terbantu. Karena memang ada akses pembelian yang pasti setiap hari. Saya produksi 3 ton per hari,” jelasnya.

Melalui program iFeshery Mujahid bisa mendapatkan margin sebesar Rp 3.000 per kilogram. “Saya berharap program dari eFishery bisa berjalan lagi. Karena ini menguntungkan para petani ikan,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.