Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Istri Nelayan Korban Pagar Laut Dapat Pelatihan

📅 Senin, 17 Feb 2025, 03:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Istri Nelayan Korban Pagar Laut Dapat Pelatihan Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan pengolahan ikan bagi istri nelayan terdampak pagar laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Citeuis Tangerang, Banten.

TANGERANG – Para istri nelayan yang menjadi korban pagar laut mendapat pelatihan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Personel KKP memberi pelatihan pengolahan ikan. Sayang peserta hanya 20 istri nelayan. Pelatihan dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Citeuis, Tangerang. Tujuannya untuk memberdayakan mereka menjadi pelaku usaha sektor perikanan.

“Ini merupakan komitmen KKP guna meningkatkan kesejahteraan keluaga nelayan melalui program diversifikasi usaha,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, di Tangerang, Sabtu (15/2).

Dia menyampaikan, pelatihan pengolahan ikan kepada istri nelayan dilakukan berkolaborasi dengan GEF-6. Hal itu merupakan gagasan dari Project Coastal Fisheries Initiative (CFI). Pelatihan dengan mereplikasi best practice dalam meningkatkan keterampilan nelayan dan wanita nelayan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.

“Kegiatan diversifikasi usaha ini mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kesetaraan gender untuk memperkuat ekonomi komunitas pesisir,” ujarnya. Lotharia menjelaskan, fokus utama pelatihan adalah memberikan keterampilan dalam perbaikan mesin bagi nelayan. Juga diversifikasi usaha melalui pengolahan hasil perikanan bagi wanita nelayan.

Pelatihan yang dibimbing instruktur dari PT Sri Juwana Makmur tersebut, lanjut Lotharia, bertujuan meningkatkan keterampilan keluarga nelayan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, khususnya dalam bentuk bakso ikan dan kerupuk ikan tenggiri.

Harapannya, para istri nelayan dapat membuka usaha baru. Selanjutnya, akan ada meningkatkan pendapatan keluarga serta mengurangi ketergantungan pada hasil tangkapan ikan segar.

Lebih lanjut, dia menuturkan, program itu bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah langkah konkret untuk mendorong keluarga nelayan agar lebih berdaya secara ekonomi. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.