Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi II DPR RI Tegaskan Instansi Tunggal Penjaga Keamanan Laut untuk saat Ini Sudah Sangat Mendesak

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisi II DPR RI Tegaskan Instansi Tunggal Penjaga Keamanan Laut untuk saat Ini Sudah Sangat Mendesak Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Ket. Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Senayan, Jakarta,

JAKARTA - Komisi I DPR RI menekankan urgensi keberadaan instansi tunggal yang bertanggung jawab atas keamanan laut sangat urgen demi me minimalkan potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal di laut.

“Urgensi instansi tunggal yang bertanggung jawab atas keamanan laut sangat diperlukan guna mengeliminir potensi kerugian yang dialami negara akibat aktivitas ilegal di laut,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Heryawan.

Hal itu disampaikannya saat memimpin jalannya rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Koordinator Bidang Kumham Imipas Otto Hasibuan, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F. Paulus.

Dia menyebut saat ini ada lebih dari enam instansi yang terlibat sebagai pemangku kepentingan dalam keamanan laut dan penegakan hukum di laut, seperti TNI Angkatan Laut (AL) hingga Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

“Untuk itu Indonesia perlu memiliki instansi kuat mungkin juga instansinya tunggal seperti di negara lain yang bertugas sebagai coast guard,” ujarnya.

Adapun selama ini, kata dia, coast guard Indonesia sering diwakili oleh Bakamla RI, sebagaimana saat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan joint statement (pernyataan bersama) dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada akhir tahun lalu. Namun, lanjut dia, kekuatan kelembagaan Bakamla RI sebagai coast guard Indonesia perlu dikokohkan lagi melalui sejumlah instrumen.

“Tentu dengan demikian dari sana coast guard kita Bakamla berarti sudah mewakili kalimat coast guard bagi bangsa Indonesia, hanya saja tentu saja kekuatan kelembagaannya perlu dikokohkan lagi secara regulasi maupun lain-lainnya,” tuturnya.

Untuk itu, dia mengatakan regulasi yang ada pada Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut perlu dinaikkan lebih tinggi demi memperkuat legitimiasi Bakamla RI sebagai coast guard RI.

“Rasanya Perpres untuk coast guard kita untuk Bakamla menjadi regulasi lebih tinggi mungkin bisa setingkat undang-undang yang tentu sangat mendesak, khususnya di tengah geopolitk kawasan yang semakin dinamis,” kata dia.

Aher menekankan hal itu diperlukan dalam rangka menjaga kedaulatan laut NKRI sekaligus potensi ekonomi yang ada di dalamnya, serta menjaga keamanan negara dari gangguan asing di wilayah perairan laut.

Tak terkecuali, tambah dia, aktivitas penyelundupan barang ilegal yang kerap merugikan para pelaku ekonomi lokal di Tanah Air.

Sejumlah Rekomendasi

Dalam kesempatan itu,Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra memaparkan sejumlah rekomendasi untuk membangun sistem keamanan laut yang komprehensif. “Kita perlu melakukan hal-hal berkaitan dengan membangun sistem keamanan laut yang komprehensif, berkelanjutan, adaptif, responsif dan inklusif. Kami merekomendasikan beberapa hal,” kata Yusril.

Dia menyebut hal pertama yang perlu dilakukan ialah penguatan regulasi penyusunan naskah akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Laut. “Mungkin dengan metode omnibus atau apa ya, kita pertimbangkan lah nanti mana yang lebih efektif dan lebih cepat kita kerjakan,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.